Jitunews.Com
1 Oktober 2019 13:34 WIB

Kementerian ESDM Minta Pelaku Tambang Sampaikan Masterplan ke Pemda

Indonesia memfasilitasi perdagangan batubara dan terus mengembangkan penggunaan teknologi batubara bersih.

Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono (Kementerian ESDM)

KALTIM, JITUNEWS.COM - Sebanyak 5 dari 34 provinsi saat ini telah menyelesaikan cetak biru Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kelima provinsi itu adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk mempercepat penyelesaian cetak biru PPM dimaksud, Kementerian ESDM akan memberikan coaching dan clinic untuk berbagi pengalaman pada pemerintah daerah. Hal ini menjadi komitmen bersama Pemerintah dan perusahaan tambang pada ASEAN Workshop on Corporate Social Responsibility yang berlangsung di Swiss Belhotel Balikpapan, Kalimantan Timur, hari ini (1/10).

Acara bertema "A multi-stakeholder Goals toward Sustainability in the ASEAN Region" ini dibuka oleh Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono. Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa sebagai anggota ASEAN, Indonesia memfasilitasi perdagangan batubara dan terus mengembangkan penggunaan teknologi batubara bersih. Tindak lanjutnya adalah melalui kepedulian terhadap manajemen lingkungan dan perkembangan masyarakat sekitar tambang, antara lain melalui kegiatan PPM atau biasa disebut sebagai Community Development.

Bambang mengungkapkan, pemetaan sosial ekonomi regional juga akan dilaksanakan dengan asosiasi pertambangan dan LSM. Selain itu, Pemerintah mendorong para pelaku usaha pertambangan untuk membuat masterplan PPM dari sisi perusahaan sebagai input pembuatan cetak biru pemerintah daerah.



Penjualan dan Produksi Batu Bara PT Bukit Asam Naik 14%

"Setiap program PPM perlu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, perusahaan dan masyarakat," tegas Bambang. Kehadiran perusahaan tambang harus memberikan manfaat dan dampak positif langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, sehingga di samping dalam bidang ekonomi, juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan, sosiokultural, kesehatan, dan lingkungan. Program PPM perlu dilaksanakan lebih baik agar masyarakat dapat mandiri dan kegiatan ekonomi tidak terganggu jika kelak kegiatan pertambangan terhenti.

Pelaksanaan workshop ini sekaligus melakukan komitmen Indonesia yang tertuang dalam ASEAN Plan of Action on Energy Cooperation 2015-2020, sebagai salah satu wadah untuk berbagi informasi best practices pengelolaan tambang di tingkat regional. Selain dihadiri oleh peserta-peserta dari negara anggota ASEAN, workshop ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan perusahaan tambang di Kalimantan.

Sesi pertama dalam workshop ini mengupas CSR Rules and Regulations dengan narasumber Hans Kroder, ISO26000 Stakeholder Global Network Vice Chair & Director Learn2Improve Your Planet Netherlands dan Sri Raharjo, Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba. Diskusi dalam sesi-sesi selanjutnya mencakup Business Transparency on Sustainablility in ASEAN Region, SDGs Towards Sustainability, Opportunity of CSR contribution in the Succesful Mine Closure dan ASEAN CSR Network: Turning the Vision into Action. Pelaksanaan workshop ini didukung oleh tiga perusahaan tambang yang telah mencetak prestasi dalam anugerah tingkat regional ASEAN Coal Awards yaitu PT. Bukit Asam, PT. Kaltim Prima Coal, dan PT. Mahakam Sumber Jaya.

Warga Desa Sungai Bemban Pertanyakan Izin Tambang Galian C
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita