Jitunews.Com
23 September 2019 12:06 WIB

Buwas Ungkap Kejahatan Bantuan Pangan Non-Tunai

Buwas menyebut salah satu bentuk kecurangan

Dirut Bulog Budi Waseso mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5). (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas), membeberkan soal temuan Bulog terhadap program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Buwas menyebut ada kejahatan dalam program itu.

"Saya dapat perlawanan dari program itu karena mendapatkan sesuatu dari program itu. Dia tidak melihat ini untuk saudaranya tidak mampu. Dia pikir ini proyek. Ini akan dibuktikan secara keseluruhannya oleh Satgas Pangan dan akan segera ditindaklanjutinya," ujar Buwas di lobby gedung Bulog, Jakarta, Senin (23/9).

"Kemarin diviralkan beras Bulog bau, kotor. Pernyataan-pernyataan itu dimasukkan ke video dan disebarkan ke Youtube. Itu salah satu bukti reaksi mereka, karena jelas indikasi rekayasanya besar. Ini masalah besar karena penyimpangannya triliunan. Jadi kita harus lawan karena korbannya saudara-saudara kita yang tidak mampu," lanjut Buwas.



Kemendag Belum Terima Rekomendasi Bulog Soal Impor Bawang Putih

Buwas menyebut salah satu bentuk kecurangan adalah beras yang disetor untuk program BPNT berkualitas medium tapi diklaim berkualitas premium.

"Harganya diterima premium, sehingga jatahnya sedikit. Sudah sedikit, medium lagi. Ini merek-merek nggak jelas. Ada merek Bulog, kenapa ini terjadi? karena ada mafianya. Ini akan kita ungkap sampai ke mafia-mafianya," kata Buwas.

"Ini bungkusannya dapat dijual bebas, cap Bulog juga ada, tapi isinya nggak. Asumsinya kan Bulog, tapi faktanya bukan. Inilah fitnah yang dilakukan kepada negara dalam hal ini Bulog seolah-olah pemerintah ini tidak hadir dan tidak berpihak kepada rakyat miskin padahal pak presiden serius," lanjut Buwas.

Kemsos Kucurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten ini...
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita