Jitunews.Com
23 September 2019 03:00 WIB

Soal Jokowi Putera Reformasi, Ray Rangkuti: Kurang Tepat

Ray Rangkuti berpendapat bahwa gelar reformasi adalah gelar yang sulit untuk dijalani dan dijiwai

Direktut Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti (Jitunews/Khairul Anwar)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beredar surat Universitas Trisakti terkait rencana pemberian gelar 'Putera Reformasi' ke Presiden Joko Widodo. Menurut Pendiri politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, Jokowi tidak cocok mendapat gelar tersebut.

"Bagi mereka yang mau melaksanakan itu ya monggo-monggo saja, tapi kalo saya ditanya, saya mengatakan itu kurang tepat," kata Pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti, di Diskusi Publik di Warung Tikum, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (22/9).

Menurutnya, sebulan terakhir ini Jokowi menunjukkan sikap yang berlawanan dengan semangat reformasi.



Dapat Penghargaan Putera Reformasi, Istana Buka Suara, "Jokowi Gak Begitu Karakternya"

"KPK diperlemah, RKUHP dimasukan kembali prinsip yang ditolak reformasi sejak awal. Mulai dari undang-undang pertanahan dan macam-macam yang bertentangan dengan semangat reformasi. Jadi rasanya kurang tepat, kalo setelah melihat ini, kurang tepat rasanya Jokowi diberi gelar putera reformasi," ucap Ray Rangkuti.

"Pembenahan birokrasi gak jalan, pembenahan institusi polisi gak jalan, pembenahan kejaksaan juga tidak jalan. Padahal menurut saya kelanjutan reformasi adalah membenahi tiga ini," kata Ray.

Selain itu, ia berpendapat bahwa gelar reformasi adalah gelar yang sulit untuk dijalani dan dijiwai.

"Kita sudah melihat bapak reformasi yang gagal. Gagal menjadi bapak reformasi. Jadi jangan terlalu mudah mengobral gelar reformasi itu. Apalagi betul-betul nggak dijiwai," tambah Ray Rangkuti.

Soal Gelar 'Putera Reformasi' untuk Jokowi, Ini Kata Fahri
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita