Jitunews.Com
1 September 2019 16:45 WIB

RUU KUHP Jerat Pria Hidung Belang, Demokrat: Kelak Akan Membuat Banyak Masalah

RUU KUHP memperluas definisi zina

Ilustrasi. (google)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - RUU KUHP memperluas definisi zina, salah satunya ada sanksi pidana penjara bagi pria hidung belang yang berjanji akan menikahi kekasihnya yang sudah disetubuhi.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menilai RUU ini bisa menimbulkan masalah. Menurut Ferdinand, itu adalah urusan pribadi masing-masing orang.

"Mau sama mau itu urusan private. Ini RUU yang kelak akan membuat banyak masalah jika disetujui," ujar Ferdinand seperti dilansir dari akun Twitternya yang menanggapi pemberitaan soal RUU, Minggu (1/9).



Iuran BPJS dan Tarif Listrik Naik, Demokrat: Ini Berkah Besar

Diketahui, RUU KUHP memperluas definisi zina dengan memberikan sanksi kepada pria hidung belang yang menyetubuhi kekasihnya dengan janji akan dinikahi. Pria hidung belang itu akan dikenakan pidana penjara maksimal 4 tahun.

Dalam Pasal 285 KUHP menyaratkan 'kekerasan atau ancaman kekerasan'. Pasal 285 KUHP selengkapnya berbunyi:

Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

Kemudian muncul pasal baru dalam RUU KUHP. Pemerkosaan bisa menyasar pria hidung belang yang menjanjikan akan menikahi perempuan dan menyetubuhinya. Pasal 418 ayat 1 RUU KUHP berbunyi:

Laki-laki yang bersetubuh dengan seorang perempuan yang bukan istrinya dengan persetujuan perempuan tersebut karena janji akan dikawini, kemudian mengingkari janji tersebut karena tipu muslihat yang lain dipidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak kategori III.

Sentil Politikus Gerindra, Demokrat: Saya Mengutuk Anggota DPR yang Seperti Ludruk Ini
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita