Jitunews.Com
21 Agustus 2019 15:16 WIB

KKP Kembangkan Seleksi Breeding untuk Perbaikan Performa Udang Jerbung

Program ini menghasilkan induk unggul jerbung dengan status Specific Pathogen Free (SPF)

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto bersama penerima penghargaan. (Dok. KKP)

Ia mengharapkan program breeding ini dapat memicu peningkatan produksi udang jerbung nasional melalui usaha budidaya terutama pada level ekstensif atau pembudidaya dengan tingkat teknologi sederhana.

Lebih lanjut Slamet menyampaikan bahwa jika dibandingkan udang windu, siklus reproduksi udang jerbung lebih cepat, selain itu tingkat perkawinannya juga tinggi. Jika siklus reproduksi udang windu perlu satu tahun, udang jerbung diatas enam bulan sudah bisa menjadi induk, sehingga dengan keberhasilan ini akan meningkatkan ketersediaan induk dan benih udang jerbung.

Abidin bercerita bahwa seleksi breeding telah menghasilkan sejumlah induk jerbung Generasi-1 (G-1), sebagian dari induk tersebut digunakan untuk reproduksi dalam menghasilkan benih calon G-2 tahun 2019. Kemudian, untuk produksi calon induk G-3 dilakukan melalui pemeliharaan pada bak tertutup dan biosekuriti lebih terkontrol.



KKP Restocking Benih Kakap Putih dan Clownfish di Perairan Anambas

“Setiap generasi udang jerbung yang dihasilkan dapat memiliki performa pertumbuhan benih yang semakin baik sehingga masayarakat pembudidaya dapat melakukan diversifikasi usaha budidaya udang selain windu dan vaname”, sebut Abidin.

Lanjut Abidin, program ini diawali melalui proses produksi nauplius (larva stadium tingkat pertama) dari induk alam dan selanjutnya menghasilkan benih G-1 dan G-2 melalui pemijahan di unit pembenihan.

“Benih dari masing-masing sumberdaya genetik dipelihara di tambak melalui seleksi, penjarangan dan pemisahan jantan dan bentina, dimana periode ini berlangsung minimal 6 bulan untuk mencapai ukuran induk ≥ 40 gram untuk betina dan ≥ 25 gram untuk jantan,” terangnya.

Tahun 2020, KKP telah memprogramkan untuk melakukan seleksi tahapan lanjut yang diperuntukkan untuk menghasilkan induk yang memiliki daya tahan tinggi, dengan demikian perpaduan sumber induk dari galur tumbuh dan daya tahan menjadi kunci penting dalam menghasilkan benih sebar yang bermutu.

Secara terpisah Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Rahardjo mengatakan bahwa saat ini BBPBAP Jepara sudah memproduksi 20 juta benih jerbung, sebanyak 12 juta dari indukan buatan (bukan tangkapan dari alam).

“Kita targetkan tahun 2020 budidaya udang jerbung benar-benar aplikatif ke masyarakat. Lalu sebagaimana fungsi balai, setelah pembenihan kami selanjutnya akan lakukan restocking (pemulihan) stok di alam,” tutup Sugeng.

KKP-AAUI Luncurkan Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita