Jitunews.Com
13 Agustus 2019 09:59 WIB

Kondisi Pasar Membaik, HBA Agustus 2019 Dipatok USD 72,67 per Ton

Harga batubara acuan mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya, naik sebesar USD 1,04%

Ilustrasi batubara (okezone)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada tanggal 1 Agustus 2019 telah menetapkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 147 K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Bulan Agustus Tahun 2019. Kepmen tersebut menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) dan Harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA).

"Berdasarkan Kepmen tersebut, HBA Agustus 2019 ditetapkan sebesar USD 72,67 per ton," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama, Agung Pribadi melalui siaran persnya, Selasa (13/8).

Agung menjelaskan, harga batubara acuan mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya, naik sebesar USD 1,04% dari HBA Juli 2019 sebesar USD 71,92 per ton. Sepanjang tahun ini, HBA berada dalam tren penurunan. Bahkan, HBA Juli yang sebesar US$ 71,92 merupakan yang terendah dalam nyaris 2,5 tahun.



Selain Harga, Pemerintah Juga Prioritaskan Pengelolaan Lingkungan di Subsektor Batubara

Kenaikan HBA bulan Agustus 2019 dibandingkan bulan sebelumnya salah satunya dipengaruhi pasar energi global yang relatif membaik. Selain itu, permintaan (demand) batubara oleh Tiongkok dan Korea pun mengalami kenaikan. Selain itu, adanya gangguan pasokan batu bara dari tambang di Australia menyebabkan indeks Global Coal dan Newcastle mengalami penguatan pada Juli

HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8% dan Ash 15%.

Sebagaimana diketahui, Kepmen yang mengatur HBA dan HMA yang telah ditetapkan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan Harga Patokan Batubara dan Mineral di bulan Agustus 2019.

Berdasarkan Kepmen tersebut, HMA komoditas nikel, kobalt dan timbal mengalami penurunan. Harga nikel ditetapkan USD 11.874,77/dry metric ton (dmt), naik dari USD 15.067,86/dmt dari HMA Juli 2019, kobalt ditetapkan USD 28.527,27/dmt (turun dari USD 31.386,36/dmt), dan timbal mengalami penurunan dari USD 1.847,68/dmt menjadi USD 1.929,11/dmt.

Komoditas seng dan aluminium pun juga mengalami tren penurunan. Harga seng turun dari USD 2.649,66/dmt pada Juli 2019 menjadi USD 2.487,86/dmt, HMA aluminium turun dari USD 1.752,00/dmt menjadi USD 1.787,93/dmt, sementara untuk tembaga, HMA Agustus 2019 ditetapkan USD 5.937,45/dmt, naik dari USD 5.852/dmt.

Penjualan dan Produksi Batu Bara PT Bukit Asam Naik 14%
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita