Jitunews.Com
24 Juni 2019 19:07 WIB

Selain Harga, Pemerintah Juga Prioritaskan Pengelolaan Lingkungan di Subsektor Batubara

Prioritas utama penggunaan batubara adalah digunakan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik dan industri

Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, Bambang Gatot Ariyono (kanan), usai acara Coaltrans Asia Tahunan ke-25, di Bali, Senin (24/6). (KESDM)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pertambangan mineral dan batubara (minerba), khususnya batubara, selain sebagai sumber penerimaan negara dan modal pembangunan, juga sebagai salah satu sumber energi primer yang penting untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Prioritas utama penggunaan batubara adalah digunakan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik dan industri melalui harmonisasi dan implementasi kebijakan, seperti memprioritaskan pasokan ke dalam negeri.

Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, Bambang Gatot Ariyono, usai acara Coaltrans Asia Tahunan ke-25 di Bali mengatakan, selain memprioritaskan masalah harga, pengelolaan pertambangan batubara juga tetap memperhatikan lingkungan hidup.



SPBU Disegel karena Curang, Pengamat: Kasus Ini Bukan Hal Baru, Bahkan…

"Indonesia masih diperhitungkan oleh dunia sebagai produsen batu bara yang penting, baik dari sisi produksi, penggunaan, ekspor, jadi kita masih dipandang dunia, walaupun memang cadangan kita tidak sebesar negara-negara seperti China, Australia. Dan itu menjadi tantangan pemerintah bagaimana menyeimbangkan antara yang ada sekarang dengan kepentingan perusahaan, dan dengan konservasi. Ini penting," ujar Bambang, Senin (24/6).

Dijelaskan Bambang, Pemerintah terus mendorong pelaksanakan kegiatan pertambangan yang berkeadilan, yakni kegiatan pertambangan yang dapat mengelola lingkungan sekitar pertambangan dengan lebih baik.

"Kegiatan pertambangan yang berkesinambungan adalah bagaimana mengelola lingkungan tambang. Jadi bagaimana kita kerja sama mengatur masalah ilegal mining, kemudian penggunaan mercury, terus bagaimana pengelolaan lubang tambang, nanti ke depannya seperti itu, termasuk bagaimana pengelolaan pertambangan yang ada di area hutan," jelas Bambang.

KESDM: Lima Tahun Lalu Kami Lebih Suka Mengekspor Batubara untuk Dapatkan Pajak, Tapi Sekarang…

Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita