Jitunews.Com
16 Juni 2019 08:23 WIB

KPU Akhirnya Ungkap Perbedaan Situng dan Penghitungan Suara Manual! Bedanya adalah...

Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempermasalahkan Situng KPU.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi (bawaslu.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebelumnya, Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan penghitungan perolehan suara KPU yang dilakukan secara manual.

Menanggapi tuntutan tersebut, Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi menilai apa yang diminta tim 02 terkesan tidak nyambung.

Baca juga: Profesor Tim Lindsey Kecewa, TKN: Asal Saja Menyampaikan Argumentasi...



Wow! Inilah Daftar Kandidat Pilpres 2004-2019 Mulai dari yang Paling Panjang Namanya!

"Dalam permohonan yang dibacakan kemarin, pemohon mendalilkan bahwa KPU melakukan kecurangan dengan cara merekayasa situng. Namun, dalam petitum, mereka meminta MK untuk membatalkan perolehan suara hasil rekapitulasi secara manual. Ini namanya enggak nyambung," tegas Pramono melalui pesan singkat, Sabtu (15/6) seperti dilansir Kompas.com.

Pramono pun menjelaskan bahwa situng dan rekapitulasi suara secara manual dilakukan dengan cara yang berbeda meski bersumber dari dokumen yang sama yakni C1.

Pada situng, C1 dari tiap TPS di-scan. Kemudian, hasil scan diunggah ke laman situng oleh KPU Kabupaten/Kota.

Di lain pihak, rekapitulasi suara secara manual dilakukan secara berjenjang dan bertahap.

"Nah, angka yang digunakan untuk menetapkan perolehan suara setiap peserta pemilu adalah angka yang direkap secara berjenjang itu," lanjutnya.

Pihaknya pun menegaskan bahwa seharusnya hasil penghitungan suara situng yang dikoreksi jika memang ada rekayasa.

"Karena angka hasil rekap secara manual tidak dibahas kecurangannya oleh pemohon, di TPS mana, di kecamatan mana, atau di kabupaten/kota mana sebagaimana dituangkan dalam dokumen-dokumen C1, DA1, atau DB1. Sama sekali tidak ada," jelasnya.

"Jadi, tuntutan agar hasil rekap manual dibatalkan, karena situng katanya direkayasa, itu didasarkan pada logika yang tidak nyambung," pungkasnya.

Profesor Tim Lindsey Kecewa, TKN: Asal Saja Menyampaikan Argumentasi...
Halaman:
  • Penulis: De Sukmono

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita