Jitunews.Com
14 Juni 2019 12:15 WIB

Dukung B30, Jonan: Suatu Hari Kendaraan Akan Polution Free

Jonan meyakini, pemanfataan biodiesel untuk bahan bakar akan mampu menekan impor crude oil

Bahan bakar B30 (Doc Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah kebut realisasi penerapan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30 persen untuk bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel.

Salah satu pengembangan bahan bakar biodiesel merupakan program pemerintah untuk meningkatkan energi melalui diversifikasi energi dengan mengutamakan potensi energi lokal.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, meyakini, pemanfataan biodiesel untuk bahan bakar akan mampu menekan impor crude oil di tengah semakin banyak pengerjaan infrastruktur darat yang rampung.



Jonan: Road Test B30 Ini Bukan Uji Jalan Saja, Tetapi Juga…

"Sekarang impor minyak crude setiap hari setengah juta barel kalau ini dibiarkan karena pembangunan jalan tol banyak; sebelum 2025 impor bisa sampai 1 juta barel naik dua kali lipat dalam 5-6 tahun ke depan," papar Jonan, di Jakarta, Kamis (13/6).

Berdasarkan perhitungan Badan Litbang Kementerian ESDM, B30 akan mengurangi impor solar sebesar 8 juta kiloliter hingga 9 juta kiloliter.

Apabila dikalikan dengan Harga Indeks Pasar (HIP) solar sebesar Rp 8.900 per liter, maka nilai penghematan impor solar mencapi Rp 70 triliun atau US$6 miliar.

"Maka idenya kita campurkan FAME supaya neraca perdagangan tidak terlalu defisit untuk impor bahan bakar minyak," katanya.

Menurutnya, selain menekan impor, biodiesel juga menjadi langkah untuk mengurangi emisi karbon. Dengan kemajuan teknologi, sejumlah alternatif bahan bakar kendaraan telah dirilis, mulai dari listrik hingga niotrogen. Biodiesel menjadi salah satu upaya Indonesia dalam memberikan alternatif bahan bakar.

"Suatu hari kendaraan akan polution free," tuntas Jonan.

Pertamina Sediakan 66,5 KL Biosolar untuk Road Test B30
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita