Jitunews.Com
12 Juni 2019 21:58 WIB

Eks Bos Pertamina Divonis Bersalah, Kementerian BUMN 'Berbenah'

Buntut dari kasus Karen, membuat pemerintah mengevaluasi prosedur dan aturan investasi Pertamina.

Eks Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, (Liputan6com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat suara terhadap kasus hukum yang membelit eks bos PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan.

Sebagaimana diketahui, Karen divonis hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dalam kasus dugaan korupsi investasi Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, mengatakan, buntut dari kasus Karen, membuat pemerintah mengevaluasi prosedur dan aturan investasi Pertamina.



Eks Bos-nya Divonis Bersalah, Begini Respon Pertamina

Sejauh ini, sambung Fajar, semua investasi yang dilakukan Pertamina sudah tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kemudian, pelaksanaannya diserahkan kepada direksi dan komisaris. Dalam kasus tertentu, rencana akuisisi perusahaan pelat merah ini memang memerlukan persetujuan komisaris.

Prosedur tersebut pun dievaluasi agar investasi Pertamina berjalan sesuai tata kelola perusahaan yang baik.

"Good Corporate Governance, aturan, dibenerin. Ini sudah mulai dari pengadaan dan lain-lain tanpa mengurangi transparasi," kata Fajar di Jakarta, Rabu (12/6).

Selain itu, standard procedur operation (SOP) dalam pengadaan barang dan pencarian mitra juga turut dievaluasi oleh pemerintah.

"Pengadaan dan mencari mitra harus dipisahkan SOP-nya. Ini sedang dievaluasi," tuntasnya.

Eks Bos Pertamina Divonis Bersalah, Pengamat: Saya Khawatir Bisa Berdampak Terhadap…
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita