Jitunews.Com
12 Juni 2019 10:59 WIB

Eks Bos Pertamina Divonis Bersalah, Pengamat: Saya Khawatir Bisa Berdampak Terhadap…

Kasus Karen dinilai akan membuat Pertamina lebih berhati-hati dalam berinvestasi di hulu migas

Eks Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, (Liputan6com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, akhirnya divonis hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan karena dianggap melakukan korupsi atas akuisisi Pertamina terhadap blok migas Basker Manta Gummy (BMG) di Australia.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, pun menilai, kasus Karen tersebut diprediksi akan menghambat penambahan produksi minyak dan gas bumi (migas) Tanah Air.

Tak hanya itu, sambung Mamit, kasus Karen pun akan membuat Pertamina lebih berhati-hati dalam berinvestasi di hulu migas agar kasus tersebut tidak terulang kembali.



Divonis 8 Tahun Penjara, Eks Bos Pertamina: Saya Mengingatkan Direksi BUMN Saat Ini, Kalau Niatnya Baik…

"Jadi apakah bisa berdampak terhadap investasi hulu migas saya kira bisa. Apalagi jika yang akan berinvestasi adalah BUMN, dalam hal ini Pertamina," kata Mamit, sebagaimana dikutip dari Katadata.co.id, Selasa (10/6).

Mamit melanjutkan, jika Pertamina benar-benar memutuskan untuk melambatkan investasinya karena trauma masalah hukum yang menimpa Karen terulang kembali, maka dikhawatirkan akan berdampak pada produksi migas Indonesia.

"Saya khawatir bisa berdampak terhadap target produksi nasional, karena Pertamina ke depan akan menjadi backbone produksi kita," beber dia.

Menurut Mamit, ketakutan ini juga akan berpengaruh pada langkah investasi Pertamina, untuk menambah akuisisi ladang migas yang ada di luar negeri.‎

"Sedangkan saat ini mereka menguasai blok-blok terminasi. Investasi mereka di luar negeri juga akan semakin berkurang karena semua takut," tandasnya, dikutip dari Liputan6.com.

Eks Bos-nya Divonis Bersalah, Begini Respon Pertamina
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita