Jitunews.Com
6 Mei 2019 09:42 WIB

Mantap! Litbang KEBTKE Rancang Bekas Tambang Jadi Lumbung Energi Surya

Upaya konservasi energi dari sinar surya di lahan bekas tambang dinilai sebagai salah satu praktik efisiensi energi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3Tek KEBTKE) Kementerian ESDM sedang menyiapkan konsep pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area bekas tambang milik PT Timah, Tbk.

"Setelah kami observasi, kami akan mencoba mengimplementasikan PLTS pada kegiatan produksi PT Timah di Kampung Reklamasi Air Jangkang di Pulau Bangka, Riau," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, di Jakarta, Jumat (3/5) lalu.

Menurut Dadan, pembangkit berbasis surya ini akan menjadi pilot project di wilayah bekas tambang.



Jelang Puasa, Pertamina Siapkan 8 Juta Tabung Gas Melon

"Ini bisa dijadikan percontohan bagaimana pembangunan PLTS dikerjakan pada skala lebih besar," jelasnya.

Nantinya, PLTS ini akan dijadikan sebagai salah satu unit usaha penyediaan tenaga listrik, mengingat Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan di daerah seperti Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi, sebesar Rp 2.681/kwh (di atas US 18 cent/kwh).

Kampung Reklamasi Air Jangkang merupakan wilayah bekas penambangan PT Timah seluas 31 hektar yang kini direklamasi menjadi taman rekreasi keluarga dan agrowisata dengan beragam fasilitas penunjang bagi

"Listrik memang menjadi kendala di Provinsi Bangka Belitung karena masih banyak daerah yang belum terjangkau listrik PLN, sehingga beberapa daerah masih menggunakan genset," kata Dadan.

Progress Smelter Freeport Indonesia Capai 3,86%, Akhir Tahun 2022 Selesai

Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita