Jitunews.Com
25 April 2019 13:29 WIB

KKP: Keberhasilan Budidaya Cacing Sutera Dorong Produksi Benih Ikan Nasional

Budidaya cacing sutera bahkan sudah menjadi salah satu peluang ekonomi bagi masyarakat

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto (Dok. Humas KKP)

JAKARTA, JITUNEWS.COM Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, saat dimintai keterangannya di Jakarta, Selasa (23/4), menjelaskan bahwa salah satu pakan alami yang penting dalam kegiatan budidaya ikan air tawar khususnya pada fase pembenihan, yaitu cacing sutera. Oleh karenanya, saat ini pengembangan budidaya cacing jenis ini terus digalakkan di berbagai daerah di Indonesia.

Cacing sutera bernama latin Tubifex sp atau sering disebut cacing rambut merupakan cacing berkoloni yang masuk dalam kelas jenis Oligochaeta berukuran 2–4 cm yang hidup di perairan jernih dan kaya bahan organik.

Slamet menuturkan bahwa cacing sutera mengandung protein berkisar 57–60% dan lemak 13–20%, karena nilai gizi yang tinggi ini membuatnya sangat diminati pembudidaya guna mencukupi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan benih ikan.



Jonan Resmikan Tambahan Pasokan Gas untuk Jawa Timur

Selain itu, cacing sutera juga mengandung vitamin B12, mineral, asam amino serta asam lemak tak jenuh. Cacing ini juga mudah dicerna dalam tubuh ikan karena tanpa tulang kerangka serta sesuai dengan bukaan mulut larva.

“Budidaya cacing sutera bahkan sudah menjadi salah satu peluang ekonomi bagi masyarakat. Keuntungan dari budidaya cacing sutera tidak memerlukan luasan lahan yang besar, cukup dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan selain itu tidak membutuhkan waktu yang lama sehingga waktu pengembalian investasinya pun lebih singkat dan perputaran uangnya juga cenderung lebih cepat," ujar Slamet.

Slamet menjelaskan bahwa KKP terus berupaya agar teknik budidaya cacing sutera ini dapat dikuasai oleh pembudidaya khususnya di luar Pulau Jawa. Hal ini untuk mengatasi kelangkaan pakan alami bagi benih ikan sehingga benih ikan air tawar tidak semata-mata menggantungkan dari Pulau Jawa.

Selain itu, Slamet mengatakan ada banyak metode budidaya cacing sutera yang bisa dilakukan pembudidaya, mulai dari metode kolam plastik terpal, nampan bertingkat, bak semen, hingga kolam tanah yang bisa dilakukan di outdoor maupun indoor.

“Dengan adanya penguasaan teknologi budidaya cacing sutera saat ini maka dapat menjamin ketersediaan pakan alami secara terus-menerus dan kontinu sehingga problem utama pembenihan ikan air tawar, yaitu ketersediaan pakan alami, sudah terpecahkan," ungkapnya.

Dari hasil penelitian diketahui pemberian pakan cacing sutera dapat meningkatkan laju kelulushidupan serta pertumbuhan ikan baik fase larva maupun saat pembesaran.

“Tahun 2019 kita targetkan produksi benih sebanyak 2,3 milyar ekor yang nantinya untuk mendukung peningkatan produksi budidaya. 213,9 juta ekor diantaranya akan diberikan untuk program bantuan benih di 34 provinsi di Indonesia, sehingga kebutuhan cacing sutera untuk produksi benih tersebut harus terpenuhi," tutur Slamet.

Lanjutnya, dengan target kebutuhan benih tersebut maka akan terbuka pula pasar cacing sutera sehingga peluang usaha yang tercipta sangat besar.
“Jika budidaya cacing sutera ini dijadikan usaha sampingan bagi pembudidaya ikan akan menguntungkan secara ekonomi karena cacing sutera dapat dijual, sehingga dapat meningkatan pendapatan mereka”, tutup Slamet.

DPR Puas dengan Kemajuan Pembangunan Perikanan Budidaya
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita