9 Juli 2018 14:05 WIB

Bhima: Bisa Dobel Kerugian Indonesia!

Kondisi sektor pangan di Indonesia diprediksi bakal mengalami pukulan telak.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara (okezone)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perang dagang Amerika Serikat yang dicetuskan Donald Trump berpotensi menghantam Indonesia.

Pasalnya, selain dolar yang terus menguat, Indonesia banyak mengimpor bahan baku dan barang jadi dari AS.

Baca juga: Habib Rizieq Terlihat Beda di Foto Ini, Kok Bisa?


Rakornas Apkasi XI Soroti...

Pemerintah AS juga menegaskan akan mengkaji 3.500 produk yang masuk Generalized System of Preference (GSP) atau daftar produk bebas bea masuk yang dihasilkan negara-negara berkembang yang salah satunya adalah Indonesia. Hal ini juga sekaligus menghantam ekspor Indonesia.

Baca juga: Tak Hanya Jokowi, 3 Hal Ini Juga 'Menghebohkan' Dunia di Tahun 2012!

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan bahwa rakyat kecil adalah yang paling merasakan imbasnya.

"Bahan baku kedelai harganya naik pasti harga tempe tahu akan naik juga. Gandum juga sama, sebagai bahan baku mie instan. Intinya yang akan terpukul pertama kali adalah kelompok masyarakat miskin," jelas Bhima dilansir Kontan.co.id, Minggu (8/7).

Untuk itu, perlu diadakan perundingan dengan perwakilan AS terkait masalah ini.

"Bisa dobel kerugian Indonesia. Paling penting saat ini adalah lakukan perundingan bilateral dengan perwakilan AS," pungkasnya.

Sambut Asian Games 2018, Pertamina Sulap Gedung Utama
Halaman:
  • Penulis: De Sukmono

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita