Jitunews.Com
17 Mei 2018 18:02 WIB

Pembentangan Kaos #2019GantiPresiden Dinilai langgar Tatib, 'Asyik' Somasi KPU-Bawaslu

Menurut Dasco, sedikitnya ada tiga alasan mengapa somasi itu dilakukan

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu membawa kaus bertuliskan 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden dalam debat cagub-cawagub Jabar di UI, Senin (14/5). (Youtube)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (paslon cagub) Jawa Barat (Jabar) Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), akan melakukan somasi terhadap KPU dan Bawaslu Jawa Barat.

Pasalnya, kata Dasco, pihaknya tidak terima dianggap melanggar tata tertib kampanye karena mengkampanyekan dan membentangkan kaos #2019GantiPresiden dalam debat calon Pilgub Jabar 2018.

Menurut Dasco, sedikitnya ada tiga alasan mengapa somasi itu dilakukan. Yang pertama, tindakan paslon Asyik menunjukkan kaos #2019GantiPresiden dan mengucapkan “Kalau Asyik menang Insya Allah 2019 Ganti Presiden” tidak melanggar Pasal 69 UU Pilkada.



Lagi, "Sangat Mungkin Pak Prabowo Serahkan Mandat pada Calon Presiden Lain"

“Itu sama sekali tidak melanggar larangan kampanye sebagaimana diatur Pasal 69 UU Pilkada,” ujar Dasco di Jakarta, Kamis (17/5).

Dan alasan yang kedua, lanjut Dasco, bahwa Paslon Asyik tidak pernah dipanggil dan dimintai keterangan secara resmi terkait persoalan tersebut.

“Kami mengetahui itu justrundari media jika KPU Provins Jawa Barat telah menjatuhkan sanksi teguran tertulis dan Bawaslu Jawa Barat telah menyatakan kami melanggar aturan,” tuturnya.

“Fitnah Kalau Ada yang Mengatakan PKS Menghalang-Halangi Disahkannya RUU Terorisme”

Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar, Riana

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita