Jitunews.Com
17 Mei 2018 10:45 WIB

Diburu Densus 88, ISIS di Indonesia Panik

Perburuan yang dilakukan Densus 88 Atiteror membuat ruang gerak ISIS di Indonesia makin sempit.

Kelompok bersenjata ISIS. (wapmild.n.nu)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia siaga terorisme, aksi teror beruntun yang terjadi di berbagai lokasi dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kecemasan.

Pengamat terorisme, Harits Abu Ulya, menilai kejadian ini disebabkan oleh banyaknya orang yang berafiliasi dengan ISIS tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Harits, yang merupakan Direktur the Community Ideological Islamic Analyst (CIIA), menilai aksi teror yang terjadi di Mapolda Riau pada hari Rabu (16/5) kemarin berbeda dengan aksi teror yang terjadi di Surabaya pada hari Minggu (13/5).



Mengejutkan, Istri Sah Ketua JAD Jawa Timur Beri Kesaksian

Dia mengatakan aksi teror di Riau dan sejumlah aksi teror lain merupakan dampak perburuan teroris yang dilakukan Densus 88 Antiteror.

"Kasus di Surabaya itu berbeda dengan kasus di Riau. Kalau di Riau itu sebenarnya adalah efek dari perburuan Densus terhadap kawan-kawan mereka yang punya ideologi yang sama, artinya mereka sama afiliasinya. Nah perburuan ini kan tidak hanya di Surabaya pascaledakan itu, tapi juga di banyak tempat," kata Harits dilansir detikcom pada hari Rabu (16/5).

Diserang 5 Bom Dalam 25 Jam, Inilah Alasan Surabaya Dijadikan Sasaran

Halaman:
  • Penulis: Uty Saifin Nuha

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita