15 Mei 2018 11:41 WIB

Saka Energi Resmi Teken Kontrak Gross Split Blok West Yamdena dan Pekawai

Penandatanganan Blok Pekawai dan West Yamdena ini sempat tertunda dari rencana awalnya

Ilustrasi kilang lepas pantai (Bloomberg/Tim Rue)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Saka Energi Indonesia akhirnya menandatangani kontrak dua blok minyak dan gas bumi (migas) hasil lelang tahun 2017.

Penandatanganan Blok Pekawai dan West Yamdena ini sempat tertunda dari rencana awalnya, yakni saat konvensi Indonesian Petroleum Association (IPA) ke 42 beberapa pekan lalu.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, mengatakan, penandatanganan ini menambah jumlah blok migas yang menggunakan kontrak skema gross split.


Jambi Merang, Blok Migas Terminasi 2019 yang Paling Potensial

"Semoga dapat berhasil temukan cadangan besar," kata Djoko di Jakarta, Senin (14/5).

Djoko menjelaskan bahwa untuk dua blok ini, total komitmen pasti dan bonus tanda tangan adalah sebesar USD 13,5 juta atau Rp 188,8 miliar.

"Kontraktor juga telah menyelesaikan kewajiban finansial yaitu pembayaran bonus tandatangan dan jaminan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Djoko.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, menilai bahwa PT. Saka Energi memiliki kemampuan untuk melaksanakan komitmen pasti terutama dari sisi finansial.

"Mari bekerja sama, agar prosesnya bisa kita kerjakan lebih cepat dan lebih efisien. Sehingga wilayah kerja ini bisa discovery, syukur-syukur ada giant discovery," tambahnya.

 

KESDM Luncurkan Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca Sub Bidang Ketenagalistrikan
Halaman:
  • Penulis: Riana

Penulis Suara Kita