Topik
17 April 2018 08:38 WIB

Komisi VII DPR Minta Polisi Tahan Nahkoda Kapal MV Ever Judger

Menurut Kurtubi, bukti-bukti kapal dari Panama tersebut telah melakukan kelalaian telah cukup kuat meski harus menunggu hasil uji forensik.

Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi. (dok. dpr.go.id)


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi menilai aparat keamanan sebaiknya menahan nahkoda Kapal MV Ever Judger yang diduga telah menurunkan jangkar seberat 12 ton di kawasan terlarang sehingga menyebabkan terjadinya insiden kebocoran pipa minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Mestinya ada langkah dari pihak keamanan untuk menahan terlebih dahulu nahkoda dari kapal MV Ever Judger,” ujar Kurtubi di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin malam (16/4).

Menurut Kurtubi, bukti-bukti kapal dari Panama tersebut telah melakukan kelalaian telah cukup kuat meski harus menunggu hasil uji forensik.


DPR Tegaskan Pertamina Adalah Korban Insiden Teluk Balikpapan

“Bukti-bukti kuat sudah sangat jelas. Kapal ini melanggar daerah terlarang dan ada pembicaraan yang membuktikan bahwa jangkarnya melorot, dan jangkat sebelah kiri diangkat ada bekas pipa nya . Ini sudah hampir pasti, memang harus menunggu kepastian dari uji forensik,” begitu kata Kurtubi.

Kurtubi menjelaskan bahwa penahan perlu dilakukan guna menghindari nahkoda kapal tersebut kabur sebelum ada keputusan dari uji forensik dari insiden tersebut.

“Bukti yang ada sudah cukup kuat untuk menahan dulu nahkoda, takutnya kan dia lari, apalagi kalau sudah ada bukti forensik dari pihak kepolisian. Ini harus ketahuan pemiliknya siapa dan dimana. Ini harus cepat dikhawatirkan nanti kemungkinan ada penghilangan alat bukti atau orangnya lari kemana-mana sehingga memperpanjang proses,” tuturnya.

Politisi Nasdem ini menambahkan apabila nantinya hasil forensik telah membuktikan bahwa Kapal MV Ever Judger melakukan kelalaian sehingga menyebabkan insiden tersebut, maka sepenuhnya penanggung jawabnya adalah kapal dari Panama tersebut dan bukan Pertamina.

“Penanggung jawabnya milik kapal. Pertamina tidak bisa disalahkan dia korban, pipanya rusak, minyaknya hilang dan lingkungan hidup tercemar itu kerugian negara tapi dalam hal ini Pertamina korban dan bukan pelaku,” pungkasnya.

Ini Tiga Jurus Pertamina Amankan Stok BBM di Wilayah Indonesia Timur
Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,587,156 Hits

Nana

Total 708,013 Hits

Herman

Total 692,685 Hits

De

Total 669,131 Hits

Andre

Total 479,028 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,606 Hits

Rekomendasi