Topik
13 April 2018 16:03 WIB

Bangkitnya Ekonomi Kelautan di Timur Indonesia

Jokowi mengingatkan tentang pentingnya laut bagi perekonomian Indonesia

DanaLaut hadir dengan solusi all in one yang memanfaatkan teknologi untuk menjembatani antara offtaker, pembudidaya rumput laut, koperasi ()

dibaca 108 x

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan tentang pentingnya laut bagi perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu anggota APEC, maka geografis yang dimiliki Indonesia yang berada di Samudera Pasifik sangat menguntungkan andai bisa digarap dengan baik.

"Laut kita harus menjadi pusat pembangunan ekonomi melalui investasi infrastruktur laut, kegiatan ekonomi berbasis kelautan, integrasi dan pengamanan jaringan transportasi laut dan pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan," kata Presiden Jokowi.

Hasil riset menyatakan, ekonomi berbasis keluatan memiliki potensi senilai 1.400 miliar dolar. Angka tersebut lebih besar dari gross domestic product (GDP) 932 miliar dolar. Bahkan ekonomi berbasis kelautan juga turut menyumbangkan sekitar 186 miliar dolar atau sekitar 20 persen dari GDP dan itu berasal hanya dari 13 persen nilai potensial.


Kenaikan Harga BBM Ditarksir Bakal Dongkrak Inflasi

Padahal di Timur Indonesia, banyak sekali potensi ekonomi berbasis kelautan yang bisa dikembangkan semisal di Maluku yang merupakan salah satu lumbung ikan di Indonesia. Selain perikanan ternyata di wilayah Maluku Tenggara juga menyimpan potensi besar dari industri rumput laut.

Rumput laut atau lebih dikenal dengan sebutan seaweed merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Meski demikian, pemanfaatan rumput laut di Indonesia, terutama untuk keperluan industri dan kesehatan masih belum optimal. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar 80% produk rumput laut Indonesia di ekspor. Total produksi rumput laut tahun 2016 mencapai 11 juta Ton dan sekitar 13 Juta Ton di Tahun 2017.

Namun ada berbagai kendala yang dihadapi oleh Petani rumput laut di Maluku Tenggara seperti kurangnya modal usaha, kurangnya pasokan bibit unggul, kurangnya sosialisasi teknologi pembudidayaan, kurangnya akses ke perbankan dan juga kurangnya akses kepada pembeli untuk mendapatkan harga yang bagus. Untuk itulah DanaLaut hadir dengan solusi all in one yang memanfaatkan teknologi untuk menjembatani antara offtaker, pembudidaya rumput laut, koperasi dengan para investor.

“DanaLaut menyediakan akses pembiayaan yang aman dan transparan sehingga petani rumput laut bisa mendapatkan akses ke permodalan dengan cara mempertemukan petani rumput laut dengan para penyedia pinjaman. DanaLaut juga memberikan penyuluhan edukasi dan pendampingan bagi para petani rumput selama kegiatan tanam mereka agar mendapat hasil panen yang terbaik dan pengembalian modal yang teratur bagi para penyedia pinjaman. Bisa dibilang DanaLaut adalah marketplace bagi para investor baik individual maupun institusi untuk menanamkan modalnya selain juga tentunya memlliki misi sosial untuk membantu mengentaskan kemiskinan masyarakat di Maluku Tenggara,” kata Ilham Novtenli, Chief Operating Officer (COO) DanaLaut.

Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 555 jenis dari 8642 spesies rumput laut yang terdapat di dunia. Di Indonesia penggunaan rumput laut bisa didapati pada produk makanan seperti pudding, jelly, permen, saus, olahan daging seperti sosis, nugget, makanan kaleng hingga produk perawatan tubuh dan kesehatan seperti odol, masker, cangkang kapsul dan lainnya.

Penyaluran pinjaman modal perdana kepada 21 Petani rumput laut di Kabupaten Maluku Tenggara berlangsung 9 April 2018 yang merupakan hasil kerjasama DanaLaut dengan Start up fintech KreditPro. Sedangkan website www.danalaut.com sendiri baru akan meluncur di Kuarter II atau di akhir Juni 2018 untuk bisa diakses oleh masyarakat luas.

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan DanaLaut dalam memajukan perekonomian para Petani rumput laut di Maluku khususnya di Kepulauan Kei Maluku Tenggara. Kami harapkan dengan adanya kerjasama ini, para Petani rumput laut bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik untuk mereka dan juga keluarganya, Ujar Chief Executive Officer (CEO) KreditPro, Heidi Bokau.

DanaLaut adalah platform yang mempertemukan para penggiat usaha di bidang kelautan mulai dari pelaku budidaya hingga ke industri pengolahan dengan penyedia dana dari berbagai kalangan. DanaLaut juga melakukan analisa mendalam disertai scoring kepada para peminjam yang tergabung ke dalam Koperasi atau Kelompok Tani dan Nelayan yang telah bekerjasama dengan DanaLaut.

Untuk Kabupaten Maluku Tenggara, DanaLaut, menyerahkan bantuan penyaluran perdana pinjaman modal kerja bagi para pembudidaya rumput laut yang tergabung dalam Koperasi Petani dan Nelayan (Koptanel) Elomel Ohoi Sathean.

Penyerahan simbolis dilakukan di sela-sela acara pembukaan Rapat Anggota Tangunan Koptanel Elomel yang dipusatkan di Lokasi Pasar Tradisional Jab Faan, Ohoi Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Senin 9/4.

Direktur Utama DanaLaut, Niko Ariansyah megatakan berdasarkan informasi yang diperoleh, beberapa tahun yang lalu produksi rumput laut melimpah. Namun karena beberapa hal antara lain, masalah harga dan penyakit, produktivitasnya sempat menurun.

“Kami akan memberikan bantuan pembiayaan dalam bentuk perlengkapan produksi (tali, sampan dan lainnya), termasuk kami berikan upah lebih awal (dana awal), karena mengingat perawatan rumput laut itu selama 45 hari. Jadi selama dua bulan pertama itu kami biayai, setelah itu dari hasil rumput laut tersebut akan berputar terus,” tandasnya.

Nico menambahkan selain pembiayaan juga akan dilakukan pendampingan, Hal ini dilakukan untuk menghasilkan rumput laut yang tidak hanya berstandar lokal tapi juga internasional. Untuk periode pinjaman rata rata 1-2 tahun dengan sistem target produksi. Misalnya, A meminjam sekian rupiah maka perusahaan akan memberikan dia sekian meter tali dan itu ada target produksinya, Untuk tahun ini DanaLaut akan menyediakan 10 Milyar untuk disebarkan dan harus tepat guna.

“Kami juga mengundang banyak investor disini, untuk menumbuhkan kepercayaan satu sama lain bukan hanya investor yang percaya petani tapi petani juga harus percaya investor karena sistem kita adalah bagi hasil dan tidak berbunga jadi diharapkan sistem ini tidak akan memberatkan bagi Petani,” ujarnya.

"Proyek ini akan menjadi proyek percontohan nasional yang pertama kali dilakukan oleh DanaLaut. Untyk itu kami akan melaukan penyerahan bantuan kepada seluruh Koptanel di Maluku Tenggara," tutup Nico.

Ditulis oleh: Menulis Sampai Baik

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Teken 6 Kontrak, KESDM: Penerimaan Negara Bertambah Rp 270 M
Halaman: 
Admin : Aurora Denata

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,587,156 Hits

Nana

Total 708,013 Hits

Herman

Total 692,685 Hits

De

Total 669,131 Hits

Andre

Total 479,028 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,606 Hits

Rekomendasi