11 April 2018 21:42 WIB

Catat! Ini Plus Minus Holding BUMN Migas

Integrasi dari kedua perusahaan inipun akan meningkatkan sisi bisnis, yang sebelumnya saling bersaing.

Ilustrasi. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Migas resmi terbentuk. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menandatangani akta pengalihan saham seri B milik negara sebesar 56,96% di PGN kepada Pertamina, Rabu (11/4). Adapun, induk Holding BUMN Migas adalah Pertamina dan PGN sebagai anggotanya.

Ketua Tim Implementasi Pembentukan Holding Migas, Nicke Widyawati, mengungkapkan, sedikitnya ada empat keuntungan dari terbentuknya holding migas.

“Pertama, akan memperkuat struktur permodalan dari kedua perusahaan. Selama ini kami saling adu. Maka kami integrasikan sehingga bisa menyediakan jasa dan layanan kepada masyarakat dan industri, kepada satu badan. Yang selama ini pisah, jadi disatukan sehingga kemampuan untuk investasi, kemampuan untuk create more value jadi lebih besar," beber Nicke dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/4).


DPR: Utang PGN Bakal Ganggu Holding BUMN Migas

Kemudian, lanjut Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina itu, integrasi dari kedua perusahaan inipun akan meningkatkan sisi bisnis, yang sebelumnya saling bersaing.

"Kalau selama ini fokus lebih banyak di Sumatera dan Jawa, ini infrastruktur midstream dan downstream kita ingin perluas ke Indonesia tengah dan timur," papar Nicke.

Ketiga, dengan adanya holding migas diharapkan akan terjadi efisiensi dalam biaya operasi (opex). Sedangkan, keempat, diharapkan integrasi dan sinergi dalam mengatur biaya modal (capex).

Untuk mencapai target keuntungan tersebut, sambung Nicke, maka pihaknya akan meninjau kembali Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Rencana Jangka Panjang (RJP) dari PGN dan Pertamina, juga Pertagas, anak usaha Pertamina yang akan diakuisisi PGN.

"Pertamina juga sedang susun roadmap sampai 2030. Jadi peta besarnya Pertamina ini sedang kita finalkan dan akan disampaikan ke pemegang saham. Yang harus dilakukan adalah short term integration plan dan mid-term integration plan antara PGN dan Pertagas agar 4 target itu tercapai," tuntasnya, dikutip dari okezone.

 

Tok! Holding BUMN Migas Resmi Terbentuk Hari Ini
Halaman:
  • Penulis: Riana

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita