Topik
11 April 2018 16:00 WIB

Duh, Sering Konsumsi Daging Risiko Terkena Kanker Lebih Tinggi?

Makanan hewani meningkatkan risiko kanker, sebaliknya makanan nabati menurunkan risiko penyakit tersebut.

Ilustrasi - internet ()


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gaya hidup dan pola makan menjadi pemicu berbagai penyakit. Begitu juga penyakit kanker, penyakit yang sangat menakutkan ini biasanya dipicu oleh pola makan yang salah serta gaya hidup yang tidak sehat,

Tahukah kamu, jika ternyata makanan hewani meningkatkan risiko kanker, sebaliknya makanan nabati menurunkan risiko penyakit tersebut.

Hal ini berdasarkan riset yang diungkapkan oleh ahli gizi, Susianto Tseng, di Jakarta, pada hari Kamis (5/4), mengutip salah satu penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer. Susianto yang juga Sekjen Indonesia Vegetarian Society (IVS) memaparkan, "Riset ini mengevaluasi peran zat gizi makanan dan risiko kanker di antara 1.204 pasien kanker dan 1.212 wanita tanpa kanker di China."


Cara Ini Efektif Redakan Cegukan

Penelitian yang dilakukan pada medio 2007, mereka yang mengonsumsi makanan hewani memiliki risiko 4 kali lebih tinggi terkena kanker daripada mereka yang mengonsumsi makanan nabati.

"Penelitian yang kedua berasal dari Journal of the National Cancer Institute, menguji hubungan antara risiko kanker payudara dan asupan makanan lignan nabati, terutama fitoestrogen yang ditemukan dalam buah, sayuran dan produk sereal," terang doktor lulusan Universitas Indonesia (UI) yang banyak mengkaji manfaat tempe itu.

Susianto menambahkan, mereka yang mengonsumsi banyak makanan lignan nabati, insiden kanker payudara 17% lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi lebih sedikit makanan lignan nabati.

Sejumlah penelitian lain pun ikut menunjang hipotesis yang sama, seperti penelitian yang dilakukan Dr. Eunyoung Cho, peneliti pada Brigham dan Women's Hospital. Cho memaparkan bahwa risiko kanker payudara lebih tinggi di kalangan wanita usia 20-40 tahun yang mengonsumsi makanan kaya lemak hewani, seperti daging merah, keju, es krim dan mentega daripada yang tidak mengonsumsi makanan tersebut.

"Negara-negara yang memroduksi beras, kedelai, atau sayuran berwarna merah dan kuning, memiliki rasio pasien yang meninggal akibat kanker prostat lebih rendah. Tidaklah mengejutkan kalau para vegan memiliki rata-rata pengidap kanker prostat yang rendah," terangnya.

Hasil penelitian di Jepang terhadap 120.000 laki-laki berumur di atas 40 tahun juga menyimpulkan bahwa kelompok pemakan daging mempunyai risiko 5 kali lebih tinggi menderita kanker mulut, pharynx, kerongkongan, paru-paru, dan 2 kali menderita kanker lambung, hati dan kolon daripada kelompok yang bukan pemakan daging.

"Peranan serat dalam mencegah kanker kolon terbukti sangat penting," tuturnya.

Hal ini pertama kali dicatat pada 1971, saat tingginya kasus kanker kolon menimpa negara-negara barat yang dikaitkan dengan rendahnya asupan serat bagi tubuh. Pada 1990, lanjut dia, penelitian di Harvard Medical School menyimpulkan bahwa konsumsi daging dan lemak hewani yang lebih tinggi meningkatkan kasus kanker kolon.

Ngeri! Ini Efek Pakai Sepatu di Dalam Rumah
Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,500,285 Hits

Nana

Total 702,482 Hits

Herman

Total 689,656 Hits

De

Total 665,059 Hits

Andre

Total 473,803 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,438 Hits

Rekomendasi