Jitunews.Com
23 Maret 2018 21:38 WIB

Sejarah Gedung Merdeka Bandung dari Warung Kopi Hingga Museum KAA

Awalnya, gedung yang berada di Jalan Asia Afrika no. 65 tersebut dibangun pada tahun 1895 sebagai warung kopi.

ejarah Gedung Merdeka Bandung sangat menarik untuk diketahui lho! Awalnya, gedung yang berada di Jalan Asia Afrika no. 65 tersebut dibangun pada tahun 1895 sebagai warung kopi. Namun tidak sembarangan, warung kopi ini merupakan tempat ‘nongkrong’ meneer dan noni Belanda yang bergabung di perkumpulan Societeit Concordia. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebagian besar wisatawan yang berlibur ke Bandung pasti mengunjungi Jalan Asia Afrika yang lokasinya berdekatan dengan tempat wisata hits di Bandung, seperti Alun-Alun Bandung, Teras Cikapundung, Tugu Asia Afrika dan Jalan Braga.

Diantara jejeran bangunan kuno nan artistik yang bisa dijumpai di sepanjang jalan ini, ada satu bangunan yang menarik dari segi arsitektur dan juga sejarahnya; Gedung Merdeka Bandung yang jadi tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Ada yang sudah pernah mengunjungi gedung ini?

Bermula dari Warung Kopi



Ini Dia Tempat Wisata Jogja Paling Unik

Sejarah Gedung Merdeka Bandung sangat menarik untuk diketahui lho! Awalnya, gedung yang berada di Jalan Asia Afrika no. 65 tersebut dibangun pada tahun 1895 sebagai warung kopi. Namun tidak sembarangan, warung kopi ini merupakan tempat ‘nongkrong’ meneer dan noni Belanda yang bergabung di perkumpulan Societeit Concordia.

Kemudian, gedung baru untuk anggota Societeit Concordia dibangun dan orang pribumi serta asing selain Belanda tak diperbolehkan masuk ke gedung ini. Setelah itu, gedung kembali diperluas untuk berbagai fungsi kala itu. Gedung Societeit ini saat itu merupakan tempat pertemuan dan juga pesta. Saat itu, gedung in imenjadi bangunan paling terkenal di Bandung.

Pada 1921, gedung direnovasi oleh arsitek CP Wolff Schoemaker menggunakan gaya art deco yang mempesona dengan pilar-pilar besar di bagian depannya.  Desain interiornya juga mewah dengan penggunaan marmer Italia untuk lantai dan kayu eikenhout yang kualitasnya di atas kayu jati. Tak ketinggalan lampu-lampu kristal yang semakin memberi kesan mewah bangunan ini.

Gedung Societeit Concordia kembali mengalami renovasi pada 1940. Arsitek AF Aalbers melakukan sedikit perubahan pada bagian sayap kiri gedung yang menghadap Jalan Braga. Jika awalnya menggunakan gaya art deco, khusus bangunan ini menggunakan gaya arsitektur internasional.

Pergantian Nama dan Fungsi

Ketika Jepang berkuasa di Indonesia pada 1942-1945, gedung ini berganti nama menjadi Dai Toa Kaikan. Gedung ini juga dijadikan tempat pertemuan dan minum-minum oleh tentara Jepang.

Setelah Jepang kalah dari sekutu dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, gedung ini digunakan untuk pusat pemerintahan Kota Bandung. Saat peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada 1946, tentara Indonesia meninggalkan gedung tersebut.

Hingga akhirnya pemerintah mengambil alih penggunaan Gedung Societeit Concordia pada 1954. Presiden Soekarno mengganti nama gedung ini menjadi Gedung Merdeka sesaat sebelum Konferensi Asia Afrika 1955 dilaksanakan. Jalan Raya Timur yang merupakan lokasi gedung tersebut pun diubah menjadi Jalan Asia-Afrika.

Selain KAA 1955, Gedung Merdeka juga menjadi tempat bersejarah dalam masa setelah merebut kemerdekaan. Pada tahun 1955, Gedung Merdeka dijadikan sebagai Gedung Konstituante, di tahun 1960 dijadikan tempat kegiatan untuk Badan Perancang Nasional yang kemudian menjadi gedung untuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

Saat peristiwa G 30 S/PKI meletus, Gedung Merdeka dikuasai militer dan sebagain ruangannya digunakan untuk ruangan tahanan politik. Hingga akhirnya pada 24 April 1980 gedung ini ditetapkan sebagai Museum Konferensi Asia Afrika tepat pada peringatan 25 Tahun Konferensi Asia Afrika.

Gedung Merdeka Bandung Kini

Kini, Gedung Merdeka menjadi salah satu landmark populer di Kota Bandung. Banyak wisatawan yang sedang liburan ke Bandung sengaja berkunjung atau sekedar berfoto ria di depang gedung dengan arsitektur keren ini.

Tak hanya bagian luarnya yang menawan, bagian dalam Gedung Merdeka juga menyimpan banyak hal menarik lho! Sejumlah interiornya telah diganti, misalnya lampu-lampu kristal diganti lampu neon dan lantai eikenhout diganti dengan tegel Cimindi asal Cimahi.

Di bagian dalam museum, kamu bisa menemukan diorama Konferensi Asia Afrika, foto-foto delegasi, perlengkapan yang digunakan saat itu seperti misalnya mesin tik, kamera, kursi dan sebagainya.

Tiket Masuk ke Gedung Merdeka Bandung

Bagi kamu yang ingin masuk ke Gedung Merdeka, tiket masuknya adalah gratis! Ya, kamu tidak salah baca. Kamu bisa menjelajahi bagian dalam gedung ini secara gratis tanpa dipungut biaya, bahkan akan dipandu lho. Namun jika ingin datang dengan rombongan, harus menghubungi pihak pengelola gedung untuk reservasi yang juga gratis.

Tak hanya gratis masuk ke Gedung Merdeka, wisatawan juga bisa masuk gratis ke Museum Konferensi Asia Afrika dan juga perpustakaannya. Keren!

Jam Buka Gedung Merdeka Bandung

Bagi kamu yang ingin menjelajahi bagian dalam Gedung Merdeka, pastikan untuk mengunjungi gedung ini pada hari dan jam-jam berikut ya!

Senin-Jumat: 08.00 – 15.00 WIB (istirahat pukul 12.00 – 13.00 WIB)

Sabtu-Minggu: 08.00 12.00 WIB

Senin / libur nasional / cuti bersama: Tutup

Karena lokasinya yang strategis berada di tengah Kota Bandug, Gedung Merdeka sangat mudah dijangkau. Siapkan rencana liburan kamu ke Bandung yuk! Kamu bisa beli itket pesawat maupun tiket kereta ke Bandung di Traveloka lho! Kamu juga bisa booking hotel di sekitar Jalan Asia Afrika untuk memudahkan mengelilingi wisata di pusat kota, termasuk Gedung Merdeka. Manfaatkan juga berbagai promo menarik di Traveloka untuk menghemat biaya liburanmu. Selamat liburan!

Surga Bawah Laut Halmahera Selatan Jadi Salah Satu Spot Diving Terbaik di Indonesia
Halaman:
  • Penulis: Marselinus Gunas

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita