22 Maret 2018 12:49 WIB
Dibaca 897 x

Pokdakan di Pinrang Terima Bantuan Benih Kakap dari BPBL Ambon

Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya melalui program-program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan giat dilaksanakan oleh Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon

BPBL Ambon Serahterimakan bantuan benih Kakap kepada Dinas Perikanan kabupaten Pinrang, Sulsel ()

Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya melalui program-program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan giat dilaksanakan oleh Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon selaku Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perikanan Budidaya. Salah satu program prioritas tersebut adalah program bantuan benih yang diberikan secara langsung kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di wilayah binaan.

Pada Selasa, 20 Maret 2018 dengan berlokasi di Dinas Perikanan kabupaten Pinrang provinsi Sulawesi selatan telah diserahterimakan bantuan benih ikan kakap putih ukuran 2 cm sebanyak 100.000 ekor kepada empat Pokdakan di kabupaten Pinrang. Keempat pokdakan tersebut masing-masing Pokdakan Sipulung, Salopokko dari kecamatan Lanrisang, Pokdakan Ingin Maju II kecamatan Mattiro Sompe dan Pokdakan Pammase kecamatan Duampanua. Bantuan benih tersebut diserahkan oleh kepala BPBL Ambon diwakili oleh Kasi pengujian dan dukungan teknis, Ir. Doortje A. Horhoruw,M.Si. bersama Pengawas Perikanan Muda Bidang Pembudidayaan Ikan BPBL Ambon, Umar Rifai, S.Pi. Sementara Kepala Dinas Perikanan Pinrang yang menerima diwakili oleh Kepala Bidang SDM Perikanan budidaya, Selanjutnya bantuan tersebut diserahkan ke masing-masing pengurus kelompok untuk ditebar di masing-masing lokasi tambak kelompok.


Kodim 0735 Surakarta Asah Kemampuan Prajuritnya Dengan Latihan Menembak

Kegiatan bantuan benih kepada pembudidaya di empat Pokdakan di Pinrang berdasarkan usulan proposal dari masing-masing kelompok yang disetujui oleh Dinas Perikanan Pinrang. “Kegiatan pemberian bantuan ini kami akan terus lakukan berdasarkan jenis komoditi yang diminta melalui proposal kelompok yang direkomendir oleh kepala Dinas Perikakan setempat,” kata Doortje.

Kelompok penerima bantuan benih ikan kakap tersebut berlatar belakang pembudidaya tambak sistem tradisional dengan mengandalkan komoditi udang windu dan ikan bandeng. Pembudidaya tambak di kabupaten Pinrang sebagian besar mengelola tambaknya secara tradisional dengan sistem polikultur (campuran) antara udang windu dengan ikan bandeng. Selain udang windu dan bandeng yang dipanen juga ada beberapa jenis ikan lain sebagai hasil ikutan seperti mujair, bandeng laki, ikan kakap dan lainnya. Dari sekian macam hasil sampingan ternyata ikan kakap menjadi incaran utama pedagang.

Ikan kakap yang ditangkap di tambak benihnya berasal dari alam (laut) lolos masuk ke tambak bersamaan dengan air pasang. Benih itulah yang tumbuh sebagai hama bagi udang windu yang dibudidayakan. Kakap Putih (Lates calcalifer, Bloch) biasa dikenal dengan nama lokal Pinrang Bale Kanja (ikan bagus) semua orang menyukainya karena memilki daging yang halus dan sedikit duri. Keunggulannya itu sehingga memiliki pasar dan harga yang tinggi. Untuk pasaran lokal ikan kakap tambak ukuran berat 350 gram dapat dihargai Rp.30-50 ribu/ekor. Ikan kakap seberat itu biasanya seumuran dengan ikan bandeng yang dibudidaya di tambak yakni 3-4 bulan. “Biasanya ikan kakap ikut ditangkap ketika kita sedang panen bandeng menggunakan jaring,” kata Zainuddin ketua Pokdakan Salopokko desa Waetuoe kecamatan Lanrisang, Pinrang.

Dikatakan Zainuddin, ikan kakap merupakan ikan predator karena dapat memangsa ikan-ikan kecil dan udang secara hidup-hidup yang ada dalam lingkungannya. Bila dikelola dengan baik polikultur kakap dengan udang windu akan sangat menguntungkan. Karena kedua komoditi ini sama-sama memiliki prospek pasar dan harga yang cukup bagus. Dari aspek teknis sudah sesuai syarat lingkungan antara udang windu dengan ikan kakap “Agar kakap tidak memangsa udang maka kita lebih awal tebar udangnya daripada ikan kakapnya,” kata Zainuddin. Namun yang menjadi alasan belum dibudidayakannya ikan kakap selama ini adalah belum tersedianya benih secara kontinyu. Untuk mengatasi kendala ketersediaan benih tersebut maka Pokdakan mengajukan proposal bantuan benih ikan kepada Dinas Perikanan kabupaten Pinrang.

Syarat lokasi tambak, konstruksi dan parameter kualitas air untuk budidaya kakap putih tidak menjadi masalah. Sebab selama ini kakap putih banyak ditangkap petambak saat panen bandeng. Demikian juga persiapan tambak seperti halnya yang telah dilakukan pembudidaya selama ini. Dari mulai pengeringan, pengapuran, pemupukan dasar, pemasukan air, penumbuhan makanan alami hingga tebar benih.

Agar tidak menjadi hama bagi udang windu maka kita lebih awal tebar benur udang windu sebanyak 20.000 ekor/ha. Sebulan kemudian dilakukan penebaran benih ikan kakap sebanyak 1.000 ekor/ha. Memasuki umur 2 bulan udang windu mulai panen selektif size 40-60 ekor/kg. Pada saat ikan kakap umur 2 bulan sudah bisa memakan benih-benih ikan mujair sebagai pakan alaminya.

Ditulis oleh: Abdul Salam Atjo

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

KKP Menyingkap Lautan Lengguru Papua
Halaman:

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita