18 Maret 2018 10:08 WIB

Soal Impor Garam, Pimpinan DPR Khawatir Menyurutkan Semangat Petani Garam

Taufik menyebut impor 3,7 juta ton garam di tahun ini terlalu besar

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan. (dpr.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COMPresiden Joko Widodo sudah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) soal impor garam industri. Rekomendasi impor garam industri beralih dari Menteri Kelautan dan Perikanan kepada Menteri Perindustrian.

Pemerintah diminta untuk bijak untuk menerapkan PP tersebut, jangan sampai malah terlalu banyak garam yang diimpor.

"Kita negara dengan garis pantai terpanjang ke dua di dunia, tapi kita mesti impor garam. Ini sebuah ironi. Kalaupun pemerintah tetap akan melakukan impor garam, seharusnya pemerintah tetap bijak. Jangan nanti malah semua garamnya impor," ujar Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, di Jakarta, Sabtu (17/3).


TNI Berperan Berantas Teroris, DPR Dorong Pemerintah Keluarkan Perpres

Ia menyebut impor 3,7 juta ton garam di tahun ini terlalu besar. Meskipun petani garam lokal tak bisa memenuhi seluruh kebutuhan garam industri, namun sebaiknya hasil garam petani lokal diserap terlebih dahulu secara maksimal.

"Saya khawatir, impor yang terlalu banyak itu menyurutkan semangat petani garam kita, karena hasil produksinya merugi. Mungkin di sisi lain, pemerintah juga harus memberi stimulan agar petani garam berkembang, sehingga kebutuhan garam nasional bisa dipenuhi dari petani garam lokal," ujar Taufik.

UU MD3 Tanpa Tanda Tangan Presiden, Taufik: Seperti Sayur Tanpa Garam
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita