Jitunews.Com
10 Maret 2018 16:05 WIB

Sederet Keunggulan Platform Penyedia Kerja Zaman Now, Bilik Kerja

Bilik Kerja lebih mengutamakan penyerapan tenaga kerja.

CEO Bilik Kerja, Putut Wibowo (Jitunews/Riana)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebelum dunia internet berkembang, saat akan mencari kerja, Anda pasti mencari lowongan kerja secara manual. Nah, berbeda di era digital ini, kegiatan mencari kerja terbantu dengan kecanggihan teknologi seperti berbagai aplikasi di smartphone atau gadget lainnya.

Pasalnya, kini telah hadir aplikasi yang dapat membantu Anda menemukan dan mengorganisir lamaran dan memberikan informasi pekerjaan yang sesuai untuk Anda, Bilik Kerja namanya.

Ya, start-up asal Jakarta ini hadir sebagai penghubung antara pencari kerja dan pemberi kerja. Namun, yang membedakan Bilik Kerja dengan platform lain adalah membuka kesempatan untuk calon pekerja dengan waktu kerja fleksibel dan menyasar para pencari kerja lepas alias part time.



Dilatih Bahasa Inggris oleh WSE, Kemnaker Ingin Cetak Buruh Migran Indonesia berkualitas

“Tujuan dibentuknya aplikasi Bilik Kerja ini adalah untuk membantu penyerapan tenaga kerja terutama untuk generasi muda (milenial) saat ini. Solusi yang kami tawarkan sendiri adalah mendorong penyerapan tenaga kerja, terutama pekerja yang memilih mengambil pekerjaan paruh waktu (part time)," papar CEO Bilik Kerja, Putut Wibowo, saat ditemui Jitunews.com, di Ritz Carltron Hotel, Jakarta, Jumat (9/3).

Saat disinggung ihwal kelebihan Bilik Kerja dibanding platform lain, Putut membeberkan bahwasanya Bilik Kerja lebih mengutamakan penyerapan tenaga kerja.

“Tentu kita mengutamakan penyerapan. Kita kerja sama sama asosiasi dulu. Selain itu, kita juga mengunggulkan kecepatan dalam pembayaran. Kita bisa menganalogi bahwa setiap orang yang pakai Bilik Kerja bila bayaran dari perusahaan itu tertunda, maka Bilik Kerja akan bayarkan upahnya. Ketiga, kita juga mengutamakan basis referensi. Standar kita Hotel Human Resources Managers Association (HRMA), batch mart bagi semua bidang HRD karena kita tidak judgment kepada employer. Kita lebih kepada performance dan skill,” beber Putut.

Putut melanjutkan, kelebihan lain dari Bilik Kerja adalah ada di di dalam basis data user, meliputi rating user di bidang kerja sebelumnya yang berbasis kontrak yang masing-masing akan memberikan referensi.

“Jadi gak perlu lagi cari referensi untuk kerja selanjutnya. Karena referensi yang diberikan bukan hanya komen tapi rating-rating yang sudah di-approve HRMA sebagai batch mart. Selain itu, di Bilik Kerja juga ada kode kalau orang itu udah terverifikasi, bisa lihat jam terbang, bisa lihat dari komen orang-orang sebelumnya. Dan yang paling penting kecepatan dalam penyerapan. Kami tidak ingin terlalu early, karena takutnya nanti penyerapannya tidak optimal,” tutur Putut.

Lebih jauh, dalam mendukung penyerapan tenaga kerja yang optimal, Bilik Kerja telah melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak.

"Kami bekerja sama dengan beberapa kategori usaha seperti cafe dan rumah makan, lalu hotel dan kesehatan untuk memastikan penyerapan kerja. Tak hanya itu, kami juga melakukan screening untuk memastikan kualitas pencari kerja yang ada di platform kami," ujar Putut.

Meski sudah beroperasi, Putut memaparkan bahwa Bilik Kerja belum sepenuhnya berjalan. Perusahaan masih menjalankan seluruh operasional secara bertahap. Karena itu, aplikasi Bilik Kerja belum tersedia di Google Play untuk diunduh. Meski begitu, Putut mengatakan, pihaknya telah melakukan registrasi dan verifikasi, sebelum akhirnya aplikasi dinilai ‘sempurna’ dan siap dirilis ke publik.

“Sebenarnya kita sudah registrasi dan verifikasi melalui Google Play, tapi masih ditahan dulu karena pada proses alfa. Kita tidak ingin terlalu cepat muncul dengan kategori yang belum siap penyerapannya.
Pada dasarnya sih kita sudah jalan kurang lebih 2 bulan yang sifatnya close group bagi area/kategori hotel dan konstruksi. Talent pun didapatkan dari lokasi mereka seperti sekolah. Dan, pada bulan maret akan mulai online dan sudah mempersiapkan grand launching,” ungkap Putut.

Ia pun lantas mengklaim, meski belum resmi launching, namun Bilik Kerja telah menyerap 80% dari lapangan pekerjaan yang disiapkan.

“Karena kita tidak ingin useless ketika nanti sudah dibuka (diluncurkan) karena penyerapannya kurang maksimal makanya asosiasi-asosiasi terkait kategori-kategori yang dikeluarkan itu sudah menjalin hubungan telebih dahulu dan menjalankan sistemnya kepada mereka. Pada dasarnya sih basis talent sudah dikumpulkan. Namun, belum dimunculkan sampai nanti grand launching, tapi saat ini sudah running,” tambah Putut.

Sekedar informasi, platform Bilik Kerja ini juga lebih banyak mengakomodir pekerja dengan waktu yang fleksibel. Jadi, perhitungan pendapatan dilakukan berdasarkan jam kerja. Dikatakan Putut, bagi penyedia kerja, pengaturan jam kerja yang fleksibel ini cukup membantu dan membantu menghemat biaya operasional.

“Untuk saat ini kami sudah menyiapkan e-voucher. Bilik kerja menjamin setiap partner akan mendapatkan pembayarannya itu dihari yang sama. Jadi, ketika mereka selesai bekerja maka uang akan diterima di rekening mereka yang sudah disiapkan. Tujuan e-voucher ini sendiri untuk mempermudah employer yang dalam kondisi perputaran cash full nya tidak cepat, kaerna sekarang di beberapa industri seperti sale promotion yang kerjanya sekarang tapi baru dibayar 2 minggu kemudian sanggat memakan waktu. Dalam proses ini disediakanlah kontak e-voucher supaya kami dapat memfasilitasi terlebih dahulu,” papar Putut.

Ia menambahkan, di kuartal 1 ini, Bilik Kerja sendiri menyebar e-voucher sebayak Rp 25 miliar bagi employer sehingga cash full mereka akan tetap terjaga jadi partner bekerja akan langsung mendapatkan uangnya, sedangkan employer akan memiliki keamanan dalam perputaran cash full-nya.

“Jadi melalui aplikasi ini, kita harapkan semuanya dapat ter-record by system bahwa orang tersebut juga sudah pernah bekerja di salah satu perusahaan. Harapan kami dengan dibuatnya aplikasi ini adalah dapat memangkas yang tidak perlu, itu saja,” tuntas Putut.

 

 

Bilik Kerja, Mudahkan Pertemuan Pencari Kerja Lepas dengan Perusahaan
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita