Jitunews.Com
10 Maret 2018 16:03 WIB

Bilik Kerja, Mudahkan Pertemuan Pencari Kerja Lepas dengan Perusahaan

Yang membedakan Bilik Kerja dengan platform lain adalah membuka kesempatan untuk calon pekerja dengan waktu kerja fleksibel atau kerja dengan sistem jam-jaman.

(ki-Ka): CEO Bilik Kerja, Putut Wibowo; CSO Bilik Kerja, Oki Wibobo; dan COO Bilik Kerja Rull Panji Suroso, saat konferensi pers startup Bilik Kerja di Ritz Carltron Hotel, Jakarta, Jumat (9/3) (Jitunews/Riana)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pencari kerja, pernahkah Anda kesulitan mencari tempat kerja yang cocok dengan kualifikasi Anda? Jika iya, sekarang Anda bisa mencoba sebuah aplikasi dan website bernama Bilik Kerja. Platform ini mempertemukan pencari kerja dengan rekruter dari berbagai jenis perusahaan. Namun, yang membedakan Bilik Kerja dengan platform lain adalah membuka kesempatan untuk calon pekerja dengan waktu kerja fleksibel atau kerja dengan sistem jam-jaman.

“Kami bekerja sama dengan Hotel Human Resources Managers Association (

HRMA) untuk memastikan penyerapan kerja. Tak hanya itu, kami juga melakukan screening untuk memastikan kualitas pencari kerja yang ada di platform kami. Bedanya dengan platform lain, Bilik Kerja juga lebih banyak mengakomodir pekerja dengan waktu yang fleksibel. Jadi, perhitungan pendapatan dilakukan berdasarkan jam kerja," papar CEO Bilik Kerja, Putut Wibowo, saat ditemui Jitunews.com, di Ritz Carltron Hotel, Jakarta, Jumat (9/3).



Buka Cabang Baru di Pacific Place, Ini Konsep Unggulan yang Diusung Wall Street English Indonesia

Putut melanjutkan, bagi penyedia kerja, pengaturan jam kerja yang fleksibel ini cukup membantu dan membantu menghemat biaya operasional. Alasannya, mereka akan membayar pekerja sesuai dengan jam kerja yang sudah disepakati.

"Ini akan sangat membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan pekerja lepas. Jadi, mereka akan dibayar sesuai durasi, bukannya satu hari penuh," bebernya.

Lebih lanjut, Putut menjelaskan bahwa sistem yang ada di Bilik Kerja berlaku dua belah pihak. Pihak employer dapat memposting pekerjaan mereka tanpa biaya. Dan, pihak partner (pencari kerja) dapat member harga pada skill yang dimiliki employer.

“Sehingga pada saat perusahaan A memposting kemudian dilihat oleh partner maka ia dapat langsung melamar atau sebaliknya, ketika perusahaan melihat skill dari partner maka perusahaan dapat member offer. Jadi bukan hanya untuk satu pihak, tapi perusahaan selain dapat menerima aplikasi juga dapat memberikan offer langsung kepada partner yang diinginkan. Dan, yang perlu diketahui lainnya, saat registrasi di sistem, user bisa menjadi employer atau user menjadi partner,” terang Putut.

Putut menambahkan, Bilik Kerja yang digagasnya ini akan hadir dengan 5 kategori utama, yakni Bilik Kerja sebagai fokus utama, Bilik Bayar untuk kerja sama top up Gojek, Grab, PPOB, dll.

“Tak hanya itu, kita juga sediakan kategori lainnya, seperti Bilik Event, yakni untuk perusahaan event yang nantinya menjual tiket, dsb, di luar sponsorship yang nantinya terkoneksi dengan semua ruang meeting di Indonesia yang bekerja sama dengan asosiasi sales marketing di Indonesia, dimana user dapat memilih lokasi pengadaan event. Kemudian, kita sediakan juga Bilik Jalan, yang fokus pada vacation, seperti tiket kamar, transport, dll,” ujar Putut.

“Dan terakhir, kita juga ada Bilik Academia, dimana merekam semua bentuk job title yang dikeluarkan suatu company, dimana kita membangun effort marcom bagi mereka yang punya skill sebagai kebanggaan dan dapat dilihat oleh banyak orang, kita juga mengajak para senior di bidang usaha masing-masing untuk menbangun video-video profile mereka sehingga dapat diikuti oleh org lain,” tambah Putut.

Lalu, saat disinggung soal jaminan keamanan data si pencari kerja, Putut mengatakan bahwa Bilik Kerja menjamin seutuhnya data yang masuk ke sistemnya.

“Saat verifikasi awal tentu kita minta si pencari kerja melampirkan KTP, NPWP, SKCK, dan rekening Bank. Itu untuk memudahkan kita mengecek kevalidannya. Data pencari kerja akan di-keep pull talent sebagai active or non active. Jadi kalau datanya gak mau dilihat lagi sama orang, pencari ekrja menonaktifkan datanya. Karena kita bisa mencari pakai availability. Kalau mau off nanti dipisahkan ke satu kotak yang tidak akan diproses oleh sistem server,” jelas Putut.

Dan, meski sudah beroperasi, Putut menjelaskan bahwa Bilik Kerja belum sepenuhnya berjalan. Meski begitu, pencari kerja dapat mulai mendaftarkan alamat email-nya di situs resmi Bilik Kerja. Setelah itu, ia akan mendapatkan akses untuk mengunduh aplikasi Bilik Kerja dan mulai melakukan pendaftaran.

"Aplikasi kami memang belum ada di Play Store, tapi pencari kerja yang tertarik dapat mendapatkannya dengan lebih dulu menghubungi kami melalui situs resmi Bilik Kerja. Rencananya, kami akan merilis aplikasi secara publik di akhir bulan ini. Kami juga masih terus meningkatkan kapasitas server untuk mampu menampung lebih banyak pendaftar," tuntas Putut.

 

 

Tren dan Prospek Industri Periklanan Digital di Era Millenial
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita