8 Maret 2018 14:45 WIB

Antam Targetkan Pertumbuhan Kinerja Operasional Signifikan

PT Antam Tbk menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama perusahaan yakni feronikel, emas, bijih nikel dan bijih bauksit di tahun 2018

Gedung Antam. (dok. Jitunews)

JAKARTA, JITTUNEWS.COMPT Antam Tbk menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama perusahaan yakni feronikel, emas, bijih nikel dan bijih bauksit pada tahun 2018. Untuk feronikel, Antam menargetkan volume produksi pada tahun 2018 sebesar 26.000 ton nikel dalam feronikel (TNi), meningkat 19 persen dibandingkan dengan capaian produksi unaudited pada tahun 2017 sebesar 21.762 TNi.

Peningkatan target ini sejalan dengan strategi Antam untuk meningkatkan utilisasi operasi pabrik Feronikel Pomalaa secara bertahap hingga mencapai kapasitas terpasang sebesar 27.000 TNi. Untuk komoditas emas, Antam menargetkan produksi sebesar 2.201 kg dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung dengan tingkat penjualan emas mencapai 24.000 kg, naik sekitar 81 persen dibandingkan dengan capaian penjualan emas unaudited pada tahun 2017 sebesar 13.202 kg.

Lonjakan tajam ini seiring dengan ekspektasi peningkatan jangkauan pemasaran produk Logam Mulia Antam baik di pasar domestik maupun ekspor. Antam merupakan satu-satunya gold refinery di Indonesia yang memiliki sertifikat London Bullion Market Association (LBMA) yang menjamin kepastian berat dan kemurnian produk emas Logam Mulia Antam sehingga dapat diperdagangkan secara internasional.


Setengah Abad di Indonesia, Freeport Inginkan Kepastian Hukum

“Target operasi komoditas utama ANTAM pada tahun 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi volume produksi dan penjualan unaudited ANTAM pada tahun 2017. Melalui ekspektasi peningkatan kinerja operasi ini serta fokus untuk menjaga level biaya tunai produksi tetap rendah, kami berkomitmen untuk terus memberikan imbal hasil yang baik bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujar Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo, pada hari Kamis (8/3).

Seiring dengan diperolehnya izin ekspor bijih nikel kadar rendah (<1,7 %Ni) sebesar 3,9 juta wet metric ton (wmt) dan bijih bauksit tercuci sebesar 850.000 wmt dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas komitmen nyata ANTAM mengembangkan hilirisasi mineral di dalam negeri serta untuk mendukung peningkatan target produksi feronikel, pada tahun 2018 Antam menargetkan total produksi bijih nikel sebesar 11,25 juta wmt yang akan digunakan sebagai bahan baku produksi feronikel Antam serta untuk mendukung penjualan bijih nikel.

Total penjualan bijih nikel Antam pada tahun 2018 ditargetkan sebesar 9,30 juta wmt yang ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor. Target penjualan bijih nikel pada tahun 2018 tumbuh 228 persen dibandingkan dengan volume penjualan bijih nikel unaudited pada tahun 2017 sebesar 2,83 juta wmt. Volume produksi dan penjualan bijih bauksit pada tahun 2018 ditargetkan sebesar masing-masing 1,60 juta wmt untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.

Antam-Sucofindo Jalin Kerja Sama di Bidang Pertambangan
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita