2 Maret 2018 13:41 WIB

Bahaya, Jangan Suka Cium Bayi di Bagian Bibir!

"Gigi bayi memiliki tipe enamel dan dentin yang berbeda dari gigi dewasa."

()

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ciuman yang dilakukan di bibir bayi ternyata berbahaya lho. Seorang dokter gigi menyarankan kepada para orang tua supaya tidak mencium buah hati mereka di bibir, khususnya jika anak mereka belum tumbuh gigi, karena ciuman ini bisa menyebarkan bakteri berbahaya pada anak.

Meski banyak yang berargumen bahwa menunjukkan cinta dengan cara ini bukan masalah, tapi diperkirakan ada risiko kesehatan tertentu yang harus diwaspadai orang tua. Gigi bayi, sangat rentan terhadap infeksi, karena mereka belum memiliki kekuatan untuk menahan efek bakteri yang merusak.

"Gigi bayi memiliki tipe enamel dan dentin yang berbeda dengan gigi dewasa," jelas Dr Richard Marques, dokter gigi selebriti di Wimpole Street Dental, London seperti dikutip laman The Independent pada hari Jumat (2/3).


Nih Cara Murah Atasi Kanker Sejak Dini

Marques melanjutkan, enamel gigi bayi jauh lebih tipis. Enamel ini tidak sekuat enamel gigi orang dewasa sehingga sangat berisiko untuk rusak.

Perpindahan air liur antara dua individu dapat meningkatkan kemungkinan penyebaran penyakit. Oleh sebab itu, orang tua harus sangat waspada dengan anak mereka.

"Perpindahan air liur dari orang tua ke anak merupakan risiko, karena ini bisa menyebarkan bakteri seperti Strepcoccus mutans dari orang dewasa ke anak," imbuh Marques.

Bakteri ini, kata Marques, bisa menyebabkan kerusakan gigi bayi serta memengaruhi jaringan lunak pada gusi sebelum gigi bayi tumbuh.

Ada banyak penyakit yang bisa menyebar dari kontak mulut ke mulut seperti pilek dan flu serta virus yang menyebabkan herpes.

Selain melarang mencium anak di bibir, Marques juga menyarankan agar orang tua tidak menggunakan alat makan yang sama dengan anak-anak dan meniup makanan mereka.

Cara Merawat Gigi Anak Sejak Bayi

Ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk memastikan kesehatan gigi yang optimal pada anak-anak mereka. Hal ini meliputi menyimpan semua sikat gigi Anda pada satu wadah, pastikan anak Anda tidak menelan pasta gigi, mengurangi asupan gula mereka, dan membawa mereka ke dokter gigi secara rutin.

Marques mengatakan, anak bisa melakukan pemeriksaan ke dokter gigi sejak usia 6 bulan ketika gigi pertama tumbuh. Ketika memasuki usia 2-3 tahun, mereka harus mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk memeriksa adanya lubang dan mengontrol seberapa baik pertumbuhan gigi mereka.

"Pencegahan adalah kunci. Kami lebih memilih menolong anak-anak untuk tidak mengalami gigi berlubang sebagai prioritas!" ujar Marques.

Lewat ‘Healthy Lifestyle’, Taiwan Excellence Ajak Masyarakat Indonesia Peduli Kesehatan
Halaman:
  • Penulis: Uty Saifin Nuha

Penulis Suara Kita