27 Februari 2018 09:34 WIB

Harga Konsentrat Besi Alami Penurunan

Fluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) periode Maret 2018.

Proses pemurnian hasil tambang atau smelting. (esdm.sulselprov.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Fluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) periode bulan Maret 2018. Sebagian besar komoditas mengalami kenaikan dari HPE periode bulan Februari 2018. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 Tahun 2018 tanggal 23 Februari 2018.

“Fluktuasi harga internasional menyebabkan naiknya HPE produk pertambangan. Hanya produk konsentrat besi, konsentrat besi laterit, dan konsentrat pasir besi yang mengalami penurunan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan, melalui rilis Kementerian Perdagangan pada hari Senin (27/2).

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.


Mulai Besok Pagi, Freeport Diizinkan Ekspor Konsentrat Lagi

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Pada periode bulan Maret 2018, konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) ditetapkan dengan harga rata-rata USD 2.486,30/WE atau naik sebesar 0,01%; konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 316,47/WE atau naik sebesar 11,32%; konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 1.106,06/WE atau naik sebesar 2,11%; konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD 1.027,35/WE atau naik sebesar 4,95%; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 227,58/WE atau naik sebesar 3,64%; konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 1.021,44/WE atau naik sebesar 2,07%; nikel (Ni < 1,7%) dengan harga rata-rata USD 19,46/WE atau naik sebesar 8,28%; dan bauksit (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata USD
29,69/WE atau naik sebesar 0,37%.

Sedangkan, produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62%) dengan harga rata-rata USD 53,78/WE atau turun sebesar 0,98%; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10%) dengan harga rata-rata USD 27,48/WE atau turun sebesar 0,98%; dan konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 32,11/WE
atau turun sebesar 0,98%.

Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) tidak mengalami perubahan.

Menurut Oke, penetapan HPE periode bulan Maret 2018 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait.

Terkait Revisi Permen, Jonan: Ekspor Konsentrat Hanya Untuk Sementara
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita