Jitunews.Com
23 Februari 2018 12:19 WIB

Freeport Masih Tunggu Izin Ekspor di Kemendag

Mengenai volume ekspor yang tidak sesuai dengan yang diusulkan perusahaan, Riza mengungkapkan, sejauh ini belum terlihat atau dampak seperti apa. Begitu juga dengan potensi penumpukan produksi.

Wilayah area pengolahan mineral tambang Erstberg PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura. (dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama, mengungkapkan, meski sudah mengantongi rekomendasi dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nyatanya PT Freeport Indonesia belum bisa mengekspor mineral olahan (konsentrat),

"Kami sudah mendapat SPE (Surat Persetujuan Ekspor) dari Kementerian ESDM, dilanjutkan untuk proses aproval berikutnya," kata Riza, seperti dikutip dari medcom.id pada hari ‎Kamis (22/2).

Riza melanjutkan, saat ini pengajuan izin ekspor konsentrat sedang dalam proses, perusahaannya sedang menunggu persetujuan‎ izin dari Kementerian Perdagangan.



Freeport Ajukan Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat, KESDM Belum Selesai Evaluasi

"Masih diproses untuk dapat approval," bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan bahwa Kementerian ESDM sudah mengeluarkan izin, seharusnya pihaknya sudah mengeluarkan izin sehingga perusahaan tidak mengalami kendala.

"Kalau rekomendasi itu langsung keluar," ujar Enggartiasto.

Di lain sisi, mengenai volume ekspor yang tidak sesuai dengan yang diusulkan perusahaan, Riza mengungkapkan, sejauh ini belum terlihat dampaknya seperti apa. Begitu juga dengan potensi penumpukan produksi.

"Kami belum mengevaluasi dampaknya," pungkas Riza.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan rekomendasi perpanjangan ekspor mineral olahan (konsentrat) tembaga kepada PT Freeport Indonesia.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Bambang Susigit, mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi persetujuan ekspor Freeport yang berlaku sejak tanggal 15 Februari 2018 sampai dengan 15 Februari 2019.

Selain itu, Kementerian ESDM juga mengamati hasil evaluasi progres pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) perusahaan yang baru mencapai 2,4 persen. Rencananya, Freeport akan membangun smelter berkapasitas 2 juta ton di Gresik, Jawa Timur.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.010/2017 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar, ekspor konsentrat Freeport akan dikenakan bea keluar sebesar 7,5 persen mengingat progres pembangunan fisik smelter masih di bawah 30 persen dari total pembangunan.

Freeport Akhirnya Kantongi Izin Ekspor Konsentrat Lagi
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita