Jitunews.Com
15 Februari 2018 02:30 WIB

Cerita Soal Aksi Lipbalm-nya, Sandiaga Uno Merasa Bersalah Pada Anies

Sandiaga Uno mengaku tidak menyangka jika saat dirinya memakai lipbalm menjadi ramai

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Instagram @sandiuno)

JAKARTA, JITUNEWS.COMWakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengaku tidak menyangka jika saat dirinya memakai lipbalm menjadi ramai. Sandiaga melakukan itu karena suhu ruangan yang dingin dan membuat bibirnya kering.

"Kalau ini saya betul-betul memang ada masalah di Balai Kota, suhunya dingin. Kalau di ruangan kantor, saya bisa kecilin sendiri, kalau sekarang nggak bisa, satu floor, di atasnya Jakarta Smart City harus dikecilin juga, ya sudahlah.  Karena dingin bibirnya kering. Saya nggak nyangka juga di depan saya, Gubernur yang lagi disorot," cerita Sandiaga dalam acara di salah satu stasiun televisi pada hari Rabu (14/2) malam.

Kala itu, ia tengah mendengarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang sedang menjawab pertanyaan dari wartawan. Karena merasakan bibirnya mulai gatal, dia langsung memoleskan lipbalm.



Ada Wanita Korban Begal Payudara, Sandi Bakal Pasang 60 Ribu CCTV di Jakarta

"Saya pikir, penting banget nggak sih? Menurut saya nggak penting. Saat itu saya sambil dengerin Pak Anies sedang ngomong tentang banjir. Saya ngrasa bibir saya agak panas dan gatel di bagian bawah. Saya nggak nyangka sampai dibahas berhari-hari mereknya apa, kondisinya seperti apa, " ujarnya.

Dia juga meminta maaf kepada Anies, karena aksinya tersebut membuat perhatian publik mengarah kepadanya, bukan kepada penjelasan Anies.

"Jadi saya minta maaf juga nih sama pak Gubernur mungkin statement dia jadi nggak penting karena saya," ungkapnya.

Sandi melakukan aksinya tersebut secara spontan. Ia menolak jasa konsultan yang ingin mendidiknya dalam hal bicara ke publik, karena dapat menghilangkan gaya aslinya.

"Ini sih iya (gaya Sandiaga). Nggak ada (polesan), justru ini makanya banyak konsultan meminta, udah kamu dididik saja gimana cara ngomong ke publik, training media segala macam. Saya bilang, media training bisa, tapi apakah nanti akan keluar otentisitas yang selama ini masyarakat sudah lebih kenal," terangnya.

Ditanya apakah tidak takut jika dibully di media sosial karena aksi-aksinya, Sandi menjawabnya, sebagai pengurang dosa.

"Saya anggap sebagai pengurang dosa," jawab Sandiaga.

Anies Disebut Sebagai Calon Kuat Dampingi Prabowo di Pilpres 2019, Fadli Zon: Masih Terlalu Dini
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita