14 Februari 2018 14:41 WIB

PHE Dukung Pertamina EP Jadi Operator Lapangan Sukowati di Blok Tuban

Direktur PHE mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus untuk bisa mengelola Blok Tuban tanpa Lapangan Sukowati.

Ilustrasi kilang tuban. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina di sektor hulu minyak dan gas bumi menyatakan dukungannya kepada PT Pertamina EP, anak usaha Pertamina di sektor hulu lainnya untuk mengelola dan menjadi operator Lapangan Sukowati di Blok Tuban, Jawa Timur.

Presiden Direktur Pertamina Hulu Energi (PHE) R. Gunung Sardjono Hadi, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus untuk bisa mengelola Blok Tuban tanpa Lapangan Sukowati.

“Tidak apa-apa (tanpa Sukowati). Kan ada Mudi, Sumber, lalu Lengowangi. Kami akan kembangkan struktur lain yang masih non aktif,” tutur Gunung dalam keterangan resminya, Rabu (14/2).


PHE Temukan Cadangan Gas di Blok Abar, Potensinya Capai 84 BSCF

Gunung melanjutkan, PHE sudah memberikan surat resmi kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait pengembalian dan pemindahan pengelolaan Lapangan Sukowati yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kepada Pertamina EP.

Kemudian, Direktur Pengembangan PHE, Afif Saifudin, menjelaskan, Pertamina EP memang lebih pas menjadi pengelola sekaligus operator Lapangan Sukowati. Pasalnya, di lapangan unitisasi itu porsi Pertamina EP mencapai 80%, sedangkan Joint Operating Body (JOB) Pertamina PetroChina East Java (PPEJ), yang menjadi operator Blok Tuban sebelum terminasi pada 28 Februari 2018, memiliki porsi 20%.

“Pada porsi 20% dari JOB itu, kami memiliki 75% sedangkan Petrochina 25%. Setelah terminasi, kami akan punya 100% dari total porsi 20% tersebut,” beber Afif.

Afif mengatakan, Pertamina EP sebagai pemilik porsi terbesar di Sukowati pantas menjadi operator di lapangan tersebut. Apalagi, lokasinya dekat dengan ladang minyak Pertamina EP yang berada di Cepu, Kabupaten Blora.

“Fasilitas produksi juga tak masalah. Di Tuban juga ada, di Sukowati ada,” tuturnya.

Gunung melanjutkan, PHE akan mengintegrasikan Blok Tuban di luar Lapangan Sukowati dengan Blok Randugunting di sekitar Jepara atau Rembang, Jawa Tengah. Jika rencana tersebut bisa direalisasikan, maka pengelolaannya akan menjadi lebih efisien. Apalagi, Lapangan Randugunting sukses menemukan potensi gas yang bagus.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Regulasi dan Hubungan Kelembagaan di Industri Migas Kadin, Firlie Ganinduto, menilai, pemerintah seharusnya segera menunjuk Pertamina EP sebagai operator Lapangan Sukowati. Pasalnya, tidak diperlukan teknologi yang terlalu canggih.

Penunjukan itu juga menunjukkan keberpihakan terhadap perusahaan domestik. Selain itu, dampak berantainya akan sangat besar karena melibatkan banyak orang di dalam negeri sebagai mitra.

“Dalam pengelolaan Lapangan Sukowati, Pertamina EP bisa bekerja sama dengan mitra strategis lokal dengan memperlakukannya secara profesional. Bukan sebagai vendor, tapi sebagai investor,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR, Harry Poernomo, menegaskan, untuk blok-blok migas yang relatif mudah, seperti Tuban, Pertamina harus bisa mengelola sendirian, tanpa menjalin kerja sama dengan mitra.

"Tidak perlu kerja sama dengan pihak lain. Paling kerja sama dengan BUMD setempat guna memberi peluang dan pembinaan kepada potensi daerah. Apalagi blok tersebut (Tuban) tidak butuh biaya besar dan teknologi canggih," paparnya.

Menurut Harry, Pertamina berpengalaman dalam mengelola lapangan migas pasca termnasi sekaligus meningkatkan produksi migas di lapangan tersebut. Pertamina EP mengelola lapangan Sanga-Sanga di Kalimantan Timur, pengelolaan lapangan migas Offshore North West Java pada 2009 saat Pertamina mendapatkan hak operatorship, dan Pertamina mampu meningkatkan produksinya sampai sekarang, sebagaimana diharapkan pemerintah.

“Contoh lain, pengelolaan Blok WMO yang diambilalih dari Kodceo pada 2011, hingga saat ini kenyataannya mampu meningkatkan produksi,” tuntas Harry.

 

Kelola Lima Blok Terminasi, PHE Buka Peluang Kerja Sama
Halaman:
  • Penulis: Riana

Penulis Suara Kita