14 Februari 2018 12:15 WIB

Proses Pengambilalihan Saham Freeport oleh Pemerintah Ditargetkan Rampung Maret

Fajar menegaskan bahwa soal pengoperasian tambang diserahkan kepada PT Freeport Indonesia. Sementara, Inalum hanya akan menjadi pemegang saham.

Area pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua. (dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Hary Sampurno, mengungkapkan, proses pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia oleh Holding Pertambangan melalui PT Inalum (Persero) ditargetkan rampung pada Maret 2018.

"Maret, dengan Inalum masih mungkin dalam waktu dekat, kita nggak bisa disclose karena punya perjanjian sama Freeport dan Rio Tinto," beber Fajar di Kementerian BUMN, Selasa (13/2).

Lebih jauh, Fajar menegaskan bahwa soal pengoperasian tambang diserahkan kepada PT Freeport Indonesia. Sementara, Inalum hanya akan menjadi pemegang saham.


Alasan KESDM Tolak Laporan Pembangunan Smelter Freeport

"Operation sudah diserahkan, yang mengoperasikan itu Freeport Indonesia, Inalum hanya memiliki sahamnya saja bersama pemerintah daerah, jadi yang operasikan Freeport Indonesia, bukan FCX bukan juga Inalum, ya normal saja," tukas dia

Fajar menjelaskan, saat ini proses negosiasi divestasi saham masih pada tahap valuasi antara Freeport Indonesia dan Rio Tinto. Selain membahas valuasi, ketiganya juga membahas terkait perjanjian antara ketiga perusahaan dan sistem kontrol ke depan.

"Kita masih diskusi terus. Kan makanya saya nggak bisa disclose karena itu ada perjanjiannya, itu utamanya bukan hanya valuasi, tapi agreement-nya seperti apa, valuasi itu bagaimana, kontrolnya bagaimana, itu yang lama. Intinya, masih bisa (negosiasi) kok. Sampai Maret," tuntas Fajar.

Progres Smelter Freeport Baru 2,45%
Halaman:
  • Penulis: Riana

Penulis Suara Kita