13 Februari 2018 16:17 WIB
Dibaca 384 x

Konsumen Ecoshrimp Cari Solusi Masalah Udang Windu

Udang windu Pinrang yang diekspor ke Jepang selama ini sangat disukai oleh konsumen di negeri sakura tersebut

Direktur Atina Jepang Kunjungi Petambak Pinrang ()

Teknik Budidaya udang windu oleh petambak di kabupaten Pinrang dilakukan secara turun-temurun. Sejak dahulu hingga kini para petambak membesarkan udang windu dengan cara tradisional tanpa menggunakan pakan tambahan dan obat-obat kimia. Produk budidaya udang windu ramah lingkungan itu dikenal di Jepang dengan nama Ecoshrimp.

          

Udang windu Pinrang yang diekspor ke Jepang selama ini sangat disukai oleh konsumen di negeri sakura tersebut. Sehingga dari tahun ke tahun permintaan ekspornya terus meningkat. Sementara produksi udang windu secara nasional mengalami penurunan.


Kembalikan Kejayaan Udang Windu

Guna mencari solusi atas permasalahan dalam budidaya udang windu di Pinrang maka PT Alter Trade Inonesia (Atina) bersama Alter Trade Jepang (ATJ) mendampingi perwakilan konsumen udang windu dari Green Coop Jepang mengunjungi sentra budidaya udang windu di kecamatan Suppa, Lanrisang dan Mattirosompe.

Direktur Atina Harry Yuli menjelaskan, tujuan kunjungan tersebut selain ingin menelusuri proses budidaya udang windu dari mulai persiapan lahan, penebaran bibit, proses pembesaran hingga panen dan pasca panen juga akan membantu mencarikan solusi atas permasalahan yang dialami petani tambak saat ini.

“Konsumen kami di Jepang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga yang sering bertanya kepada kami tentang bagaimana sistem budidaya udang windu yang dilakukan oleh petambak di kabupaten Pinrang sehingga kami datang untuk bertemu dengan petani tambak,” ungkap Masahiro Oya dari perkumpulan konsumen ecoshrimp  Green Coop di Jepang saat berdiskusi dengan sejumlah petani tambak di Kecamatan Lanrisang, Pinrang.

       

Sebelumnya, tim yang terdiri dari Harry Yuli Direktur Atina, Makoto Weda Direktur ATJ, Hiroaki Kataoka dan Masahiro Oya dari perkumpulan konsumen ecoshrimp  Green Coop Jepang juga mengunjungi kawasan pertambakan udang windu di kecamatan Mattirosompe.

“Bahkan Masahiro Oya tanpa persiapan ikut melakukan panen udang windu di tambak bersama para petani di Sibo kecamatan Mattirosompe,” ungkap Harry Yuli.

Sebelum meninggalkan Pinrang tamu dari Jepang tersebut mengunjungi dua kolektor pembelian udang windu di Lanrisang masing-masing Faizal dan Irwan Hamid. Di tempat ini, mereka melihat langsung bagaimana penanganan udang windu yang baru panen dari tambak sebelum dikirim ke Atina Pinrang. 

Ditulis oleh: Abdul Salam Atjo

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Dibangun Naupli Center Udang Vaname Berkapasitas 450 Juta Ekor/Tahun
Halaman:

Penulis Suara Kita