13 Februari 2018 15:16 WIB

Soal UU MD3, JK: Orang yang Terganggu Kehormatannya Pasti Bereaksi

Wapres Jusuf Kalla menyebut siapa pun berhak untuk melaporkan jika merasa terganggu kehormatannya

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Jitunews/Latiko A.D)

JAKARTA, JITUNEWS.COMPengesahan revisi Undang-Undang (UU) MD3 mendapat kritikan, lantaran pasal yang dimuat membuat anggota DPR memiliki tiga kuasa tambahan yaitu pemanggilan paksa seseorang dalam rapat DPR, hak imunitas, dan dapat mengkriminalisasi pengkritik anggota DPR.

Wapres Jusuf Kalla (JK) menyebut siapa pun berhak untuk melaporkan jika merasa terganggu kehormatannya.

"Siapa pun orang yang terganggu kehormatannya, Anda pun wartawan kalau dimaki-maki kan boleh proses. Tapi ka proses dia harus mengadukan pengadilan. Silakan," ujar JK di kantor Wapres, pada hari Selasa (13/2).


DPR Menyoal Pernyataan Soal UU MD3, Laode: Kalau Tak Terima, Keluar KPK Juga Saya Rela

JK mengaatakan, pasal tersebut tidak akan menjadi pasal karet, untuk memproses harus terlebih dahulu dilaporkan ke polisi.

"Bukan (karet), karena dia harus mengajukannya, kan bukan otomatis. Presiden saja tidak otomatis apalagi di anggota DPR," ujarnya.

Soal penilaian publik bahwa DPR menjadi lembaga antikritik, JK menyebut hal tersebut wajar karena siapa pun yang diganggu pasti akan bereaksi.

"Ya siapa saja wartawan saja diganggu, jangan beritakan sesuatu, orang itu bisa dituduh. Kita semua ini ada yang mengganggu seseorang, Anda bisa juga (dilaporkan)," ujarnya.

UU MD3 Tidak Akan Membuat Sebuah Lembaga Jadi 'Super Body'
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Penulis Suara Kita