Jitunews.Com
12 Februari 2018 20:30 WIB

Soal Penyerangan Terhadap Pemuka Agama, Ini Pesan Muhammadiyah

"Neraca keadilanpun tetap harus ditegakkan."

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. (suaramuhammadiyah.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam beberapa hari terakhir, terjadi aksi kekerasan yang menyasar kalangan umat beragama seperti di Gereja St Lidwina, Yogyakarta yang melukai pendeta dan beberapa anggota jemaat.

Sebelumnya, penyerangan juga menimpa dua ustadz di Jawa Barat, satu meninggal dunia dan satu lainnya luka parah. Tak hanya itu penyerangan juga terjadi pada seorang Biksu di Tangerang.

Jangan terjebak pada opini dangkal dan bias. Begitulah harapan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir atas peristiwa yang menimpa tokoh dan umat beragama karena berpotensi memecah-belah kerukunan.



Komisi VIII DPR Bantah Pernyataan Kapolri Soal Ormas Islam

Haedar mengaku khawatir opini-opini dangkal tersebut justru akan memicu rasa kecurigaan. Opini dangkal tersebut seperti dengan melakukan identifikasi aksi kekerasan itu dengan beragam opini tanpa bukti cukup melainkan dengan dugaan.

"Apakah tindakan keji tersebut ada kaitan dengan intoleransi dan radikalisme beragama atau bentuk lain dari perbuatan-perbuatan kriminal keji atau berlatar belakang politis dan sebagainya," kata Haedar di Jakarta, pada hari Senin (12/2).

"Berikanlah kesempatan kepada pihak kepolisian dan aparat penegak hukum untuk mengungkap dan mengusut kasus teror tersebut secara tuntas dengan sebenar-benarnya," tambahnya.

Muhammadiyah, kata dia, memercayai aparat kepolisian dan penegak hukum akan mengusut tuntas kedua kasus dan kasus-kasus tragis lainnya dengan cepat, tegas, adil, objektif dan berdasarkan hukum yang sebenar-benarnya. 

Haedar berharap agar umat beragama maupun warga bangsa untuk tetap tenang dan tidak tersulut emosi atas kejadian teror yang menggemparkan tersebut.

Berbagai pihak, termasuk para pejabat dan elite bangsa juga agar bijak dan bersikap proporsional tidak memperluas kecemasan dan saling curiga di tubuh bangsa, seraya waspada dan menaruh keprihatinan yang seksama atas kejadian-kejadian yang tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan tersebut.

"Neraca keadilanpun tetap harus ditegakkan, jangan sampai satu kasus menjadi perhatian luas secara nasional sampai ke internasional, sementara lainnya terabaikan. Kita semua mengutuk keras dan tidak menginginkan kasus-kasus tragis apapun menimpa bangsa ini," ujarnya.

Dia mengajak semua elemen umat beragama dan komponen bangsa agar bersatu melawan segala bentuk teror di Indonesia. Jangan biarkan umat beragama dirusak kehidmatan beribadah dan kerukunanannya satu sama lain oleh perbatan-perbuatan nista yang tidak bertanggung jawab itu.

Muhammadiyah, kata dia, mempercayai aparat kepolisian dan penegak hukum akan mengusut tuntas kedua kasus dan kasus-kasus tragis lainnya dengan cepat, tegas, adil, objektif dan berdasarkan hukum yang sebenar-benarnya. 

Dinilai Lecehkan Ormas Islam, Persaudaraan Alumni 212 Desak Tito Karnavian Minta Maaf
Halaman:
  • Penulis: Uty Saifin Nuha

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita