12 Februari 2018 19:47 WIB

Meski Berstatus Tersangka, Marianus Sae tetap Jadi Calon Gubernur NTT dari PDIP

Marianus diduga terjerat kasus penyuapan terkait sebuah proyek di Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Bupati Ngada yang juga bakal calon Gubernur NTT Marianus Sae. (Facebook/Marianus Sae)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bupati Ngada, NTT Marianus Sae secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (12/2/2018). Marianus dicokok KPK kemarin, Minggu (11/2/2018) melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Marianus diduga terjerat kasus penyuapan terkait sebuah proyek di Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Pandjaitan mengatakan, Marianus Sae diduga menerima suap senilai Rp 4,1 miliar yang berkaitan dengan proyek itu.

"Total uang, baik yang transfer atau cash, sekitar Rp 4,1 miliar. Itu yang kita ketahui," kata Basaria di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Meski demikian, status tersangka yang tengah disandangnya tak mempengaruhi pencalonannya di Pilkada NTT. Marianus adalah calon gubernur NTT yang diusung PDIP dan PKB. Ia berpasangan dengan Emi Nomleni.

Hari ini, KPUD NTT telah mengetuk palu penetapan pencalonan mereka sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur NTT. Saat penetapan pasangan calon gubernur dan calon gubernur di KPUD NTT, Nomleni datang tanpa ditemani Marianus Sae.


Usai Diperiksa KPK, Bupati Ngada NTT Keluar Gedung KPK dengan Rompi Oranye

Nomleni pun mengajak media massa dan semua pihak untuk menghormati asas praduga tak bersalah terhadap apa yang sedang dialami oleh Marianus Sae.

“Para pendukung dan simpatisan Marianus-Emi agar tetap tenang, tidak terpancing serta tetap solid dan kompak. Kita akan terus berjuang sampai garis finish,” kata Emilia, Senin (12/02/2018).

Ini Rincian Duit Suap yang Mengalir ke Bupati Ngada Marianus Sae
Halaman:
  • Penulis: Marselinus Gunas

Penulis Suara Kita