11 Februari 2018 14:59 WIB

Mengejutkan, Usai Vaksin Difteri Puluhan Santri di Madura Sakit Massal

Kejadian ini termasuk peristiwa luar biasa.

Ilustrasi, vaksin palsu. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Para orang tua para santri terus berdatangan ke pondok pesantren, Al-Falah Sumber Gayam, Pamekasan, Jawa Timur. Pasalnya, puluhan santri pesantren tersebut tiba-tiba sakit setelah disuntik vaksin difteri.

Berdasarkan hasil pendataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan hingga Minggu siang pukul 12.30 WIB tercatat sebanyak 46 santri dari sebelumnya hanya 30 santri pada pukul 09.30 WIB.

"Hingga siang total jumlah santri yang sakit dan terpaksa menjalani perawatan di puskesmas dan RSUD Pamekasan sebanyak 46 orang," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Ali Maksum di Pamekasan, pada hari Minggu (11/2).


Obat Herbal Tidak Bisa Atasi Difteri, Harus Vaksin

Para santri mengeluh pusing, mual dan muntah-muntah seperti gejala keracunan makanan dan tubuhnya panas, bahkan ada yang diantara mereka yang sempat pingsan, sehingga harus dilarikan ke sejumlah Puskesmas di Pulau Madura.

Santri yang mengalami sakit secara massal ini merupakan santri yang disuntik Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri oleh petugas medis dari Puskesmas Kadur, pada hari Sabtu (10/2).

Sekretaris Dinkes Pamekasan Ali Maksum mengakui, kejadian ini termasuk peristiwa luar biasa, dan salah satu penyebabnya karena trauma psikologis. Sebab, setelah dilakukan observasi, hampir semua santri yang dirawat kondisinya bagus.

"Tensinya bagus, suhunya bagus, kesadaran umumnya bagus. Karena trauma psikologis itu mungkin temannya banyak yang pingsan akhirnya yang lain trauma," katanya, menjelaskan.

Ali Maksum menjelaskan, imunisasi difteri di Pesantren Sumber Gayam, Kadur itu merupakan rangkaian program Outbreak Response Immunization (ORI) dengan sasaran balita hingga anak berusia 19 tahun.

Dia menjelaskan, kasus santri sakit massal ini masuk kategori kejadian ikutan pasca imunisasi (IPI). "Sebab efek imunisasi ini, memang menyebabkan anak seperti mengalami keracunan, seperti mual, dan muntah, akan tetapi hanya akan berlangsung sesaat dan tidak akan menimbulkan bahaya bagi tubuh," katanya.

Efek imunisasi ini, sambungnya, memang menyebabkan anak seperti mengalami keracunan, seperti mual, dan muntah, akan tetapi hanya akan berlangsung sesaat dan tidak akan menimbulkan bahaya bagi tubuh.

KLB Difteri, Menkes: Sampai Saat Ini Pasokan Vaksin Masih Mencukupi
Halaman:
  • Penulis: Uty Saifin Nuha

Penulis Suara Kita