11 Februari 2018 14:05 WIB

Soal Dalang Fitnah SBY Berasal dari Sukamiskin, Dari Balik Jeruji Besi Anas Urbaningrum Komentar Begini

Anas menyebut kabar yang beredar adalah hoax. Anas Urbaningrum. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam setiap curhatannya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa difitnah. Dia disebut-sebut terlibat dalam pusaran kasus korupsi proyek KTP elektronik. Nama SBY muncul saat Mirwan Amir bersaksi di pengadilan. Mantan anggota Badan Anggaran itu mengaku sempat melaporkan kepada SBY bahwa proyek e-KTP bermasalah. Namun, hal itu tak pernah mendapat tanggapan.

Dalang Fitnah SBY dari Sukamiskin?

Tak terima difitnah, SBY pun melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya ke Bareskrim Polri. Dia menuduh Firman mencemarkan nama baiknya. Sebab, beredar kabar yang menyebutkan Firman ikut merancang isu yang menyudutkan SBY. Isu itu disebut-sebut dirancang di Lapas Sukamiskin bersama Anas Urbaningrum, Mirwan Amir, dan Saan Mustofa. Melalui pesan berantai, isu beredarnya surat dari Sukamiskin disebarkan.

Dari balik jeruji besi Anas Urbaningrum pun membantah, ia menitipkan surat pada orang kepercayaannya sejak masih di Partai Demokrat, Tridianto. Surat tersebut berisi bantahan atas kabar yang menyebut ada pertemuan di Sukamiskin untuk merancang isu menyudutkan SBY.


Pengacara Setnov dilaporkan SBY terkait fitnah keterlibatan dalam kasus e-KTP

"Iya benar surat Mas Anas," ujar Tri, pada hari Minggu (11/2).

"Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kpd Pak SBY dan Mas Ibas. Tetapi karena menjadi berita luas, dagelan itu perlu diluruskan. Karena bisa menyesatkan," ujar Anas dalam surat yang ditulis tangan.

Anas menyebut kabar yang beredar adalah hoax. Dia menegaskan tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yang dihadiri oleh dia, Firman Wijaya, Mirwan Amir dan Saan Mustopa. Bahkan dia mengaku sama sekali tidak pernah berpikir untuk membuat pertemuan. Menurutnya, mudah untuk melihat apakah kabar itu hoax atau tidak yakni melihat bukti di CCTV atau buku tamu lapas Sukamiskin.

"Citra, kekuasaan, ketenaran dan kekayaan boleh dicapai. Tapi caranya tdk mesti dgn menista orang lain dgn hoax dan tuduhan konspirasi fitnah. Keadilan musti diperjuangkan dgn cara2 yg sejalan dgn makna keadilan itu sendiri," tambahnya. 

Dia justru mempertanyakan kaitan antara penyebaran kabar hoax itu dengan pernyataan yang dilontarkan SBY sesaat sebelum melaporkan Firman ke Bareskrim. "Hoax juga disebarkan hampir bersamaan dgn narasi jihad untuk keadilan. Ada kontradiksi yg nyata di antara keduanya," ucapnya.

SBY Merasa Difitnah, Demokrat: Tak Balas dengan Fitnah

Penulis : Uty Saifin Nuha

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait

Dalang Fitnah SBY dari Sukamiskin?

8 Februari 2018 16:59
Rekomendasi

Anies: Yang Penting Persija Menang

18 Februari 2018 23:15