31 Januari 2018 21:30 WIB

Sebut Pembenci Jokowi Kehabisan Akal, Ade Armando: Mereka Kalap dan Dungu

Ade menilai komentar-komentar soal foto Jokowi di Afghanistan mencerminkan kekalapan pembenci Jokowi

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COMAde Armando menanggapi postingan di media sosial mengenai foto Presiden Joko Widodo yang menjadi imam saat salat di Afghanistan adalah rekayasa.

Ade menyebut para pembenci Jokowi sudah kehilangan akal dan dungu karena menyebut foto yang beredar adalah rekayasa saat ada foto Jokowi menjadi imam dan makmum (pesera salat).

"Para pembenci Jokowi memang sudah kehabisan akal. Mereka kalap, mereka kesurupan, mereka dongo!" seperti dikutip dari Facebook Ade Aramando pada hari Rabu (31/1).


PDIP: Nasib Fadli Zon Bisa Sama Seperti Fahri Hamzah Jika Sebut Jokowi Dua Periode

Ade menyebut pihak yang berkomentar jika Jokowi melakukan pencitraan dan melakukan kesalahan saat ibadah maka dari itu diulang. Ade menilai hal tersebut mencerminkan kekalapan pembenci Jokowi.

"Fitnah dan komentar ini mencerminkan kekalapan dan kedunguan. Tapi itu saja sudah cukup untuk menimbulkan kehebohan, sehingga harus ada klarifikasi bahwa dua foto itu adalah foto dua shalat berbeda," lanjutnya.

Ade mengatakan para pembenci Jokowi sudah tidak memiliki cara untuk menghancurkan orang nomor satu di Indonesia tersebut, maka dari itu mereka berkomentar seperti itu.

Berikut adalah tulisan Ade Armando secara lengkap dikutip dari laman Facebook.

KETIKA KAUM DUNGU MEMFITNAH FOTO JOKOWI MENJADI IMAM SHALAT DI AFGHANISTAN ADALAH REKAYASA

Para pembenci Jokowi memang sudah kehabisan akal.

Mereka kalap. Mereka kesurupan. Mereka dongo!

Karena itu ketika ada foto beredar bahwa Jokowi menjadi imam shalat di Afghanistan, fitnah pun dilancarkan.

Kebetulan memang ada dua foto. Di foto pertama, Jokowi menjadi imam shalat. Di foto kedua, Jokowi menjadi makmum (peserta) shalat.

Segera muncul fitnah: foto pertama itu rekayasa.

Fitnah versi berikutnya: ketika Jokowi menjadi imam, ternyata ia melakukan kesalahan sehingga harus diganti.

Fitnah versi lebih berikutnya: ketika Jokowi menjadi imam, rakaatnya kurang, sehingga shalat harus diulang dan Jokowi diganti sebagai imam.

Komentar miring lain adalah: Jokowi menjadi imam sekadar untuk pencitraan.

Fitnah dan komentar ini mencerminkan kekalapan dan kedunguan.

Tapi itu saja sudah cukup untuk menimbulkan kehebohan, sehingga harus ada klarifikasi bahwa dua foto itu adalah foto dua shalat berbeda.

Para pembenci Jokowi memang kelihatannya sudah tak tahu harus melakukan apa untuk menghancurkan Jokowi.

Mereka kalap.

Foto Jokowi Jadi Imam Disebut Pencitraan, Ruhut: Orangnya Itu Lagi Itu Lagi
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Penulis Suara Kita