Jitunews.Com
29 Januari 2018 09:00 WIB

Pengalaman Liburan Seru di Makassar secara Backpacker

Kota ini memiliki segudang destinasi menarik yang bisa dijelajahi secara backpacker dengan bujet yang minim sekali pun.

Backpacker. (Pixabay)

MAKASSAR, JITUNEWS.COM - Makassar menyimpan potensi wisata yang besar dan membuat siapa saja yang bertandang enggan pulang. Kota ini memiliki segudang destinasi menarik yang bisa dijelajahi secara backpacker dengan bujet yang minim sekali pun. Nah, kalau Anda pengin melakukan penjelajahan di Makassar secara backpacker, tapi bingung mau ke mana saja dan bagaimana cara memulainya. Coba deh simak pengalaman berlibur saya dan sahabat saat datang ke Makassar beberapa saat lalu berikut ini.

Hari Pertama



5 Tempat Wisata Paling Hits Jaman Now di Bekasi yang Wajib Anda Kunjungi

Kami berangkat dari Surabaya dengan memesan tiket pesawat murah terlebih dahulu dari Airy. Dari berbagai tiket yang ada, kami memilih yang sampai di Makassar pagi atau tidak terlalu siang. Dengan memilih jam terbang ini, begitu mendarat di bandara penjelajahan bisa langsung dilakukan dengan cepat.

Setelah tiba di Makassar, tempat yang kami cari pertama adalah kedai makanan. Mumpung sudah sampai dan kebetulan belum sarapan, kawan mengajak saya membeli coto Makassar yang rasanya autentik. Puas sarapan, saya segera melakukan pencarian akomodasi murah yang sebelumnya sudah dipesan untuk titip barang dahulu sebelum check-in.

Setelah semua barang bawaan yang berat dititipkan kami segera mencari persewaan sepeda motor dan meluncur ke Maros. Destinasi wisata pertama yang kami kunjungi adalah Taman Nasional Bantimurung yang sangat luas. Di sini kami lebih memilih melakukan penjelajahan, melihat air terjun yang jernih, dan masuk ke Butterfly Kingdom yang berisi kebun kupu-kupu dan museum.

Puas menjelajah Bantimurung, kami kembali hotel untuk check-in sebentar lalu meluncur lagi ke Pantai Losari. Saat sore hari menjelang malam, pantai ini selalu ramai oleh wisatawan. Rata-rata semua orang menunggu golden sunset sambil wisata kuliner tipis-tipis.

Setelah menikmati sunset, kami makan malam di sekitar kota untuk mencari Sop Cendrawasih Mas Tomo.

Hari Kedua

Hari kedua ada 3 destinasi wisata yang ingin kami jelajahi. Pertama kali melakukan penjelajahan ke Benteng Fort Rotterdam. Bangunan yang berusia ratusan tahun ini dahulu adalah istana kerajaan. Saat ini, benteng yang sangat kokoh ini dijadikan tempat wisata dan juga museum. Saat ke Fort Rotterdam saya melakukan banyak sesi pemotretan sambil berkunjung ke Museum La Galigo.

Setelah menikmati wisata sejarah, saya dan teman memutuskan untuk menyeberang ke Pulau Samalona. Dari dermaga dekat Fort Rotterdam ada banyak kapal yang disewakan dengan harga Rp400.000-an. Kapal ini biasanya diisi 10 orang sehingga kalau banyak orang, perjalanan jadi lebih murah.

Puas menjelajahi pulau tropis dan main air, kami meluncur ke pusat kota untuk mengunjungi pecinan. Di tempat ini ada 3 kelenteng dan yang paling tidak bisa dilewatkan adalah kulinernya. Saya beli mi titi dan beberapa camilan seperti jalangkote.

Hari Ketiga

Kami memutuskan untuk belanja oleh-oleh dan tidak melancong lagi ke beberapa tempat karena pesawat pulang jadwalnya siang menjelang sore. Pagi hari kami kulineran di sekitar hotel lalu bergerak ke Jalan Sumba Opu untuk berbelanja oleh-oleh.

Kawasan oleh-oleh ini menyediakan aneka cendera mata, aneka makanan ringan, dan kain Khas Makassar yang harganya cukup tinggi. Menjelang siang kami check-out dari hotel, makan siang sebentar ke Bakso Bonto lalu meluncur ke Bandara Hassanudin untuk menunggu pesawat.

Demikianlah pengalaman liburan yang saya dan teman lakukan saat mengunjungi Makassar. Oh ya, kalau Anda berniat ke sana dalam waktu dekat, pastikan pesan tiket pesawat murah ke Makassar jangan mendadak ya biar bisa memilih jadwal. Lalu hotelnya juga dipesan jauh-jauh hari agar bisa berada di tengah kota. Selamat merencanakan liburan!

Destinasi Wisata Romantis di Makassar yang Cocok untuk Pasangan
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita