Jitunews.Com
25 Januari 2018 18:42 WIB

Istimewanya Crowde, Platform Penghubung Petani dan Investor

Petani yang membutuhkan dana (modal) dapat melakukan skema bagi hasil maupun skema pinjam dengan investor.

CEO Crowde, Yohanes Sugihtononugroho (Jitunews/Riana)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Memanfaatkan teknologi ternyata juga berguna lho bagi pekerja harian seperti di bidang pertanian. Hal itu telah terbuktikan oleh Yohanes Sugihtononugroho yang menciptakan aplikasi bertajuk Crowde.

Menurut pria yang menjabat sebagai CEO Crowde ini, aplikasinya ini bertujuan menghubungkan antara petani dengan investor. Petani yang membutuhkan dana (modal) dapat melakukan skema bagi hasil maupun skema pinjam dengan investor.

“Aplikasi ini sangat cocok bagi siapapun yang ingin belajar investasi sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Dengan crowd-investment framework, Crowde menjadi wadah bagi investor untuk bergotong royong membantu petani Indonesia,” beber Yohanes kepada awak media di Connext Coworking, Jakarta, Kamis (25/1).



Saatnya Bantu Petani dan Berinvestasi Melalui Crowde

Yohanes menjelaskan, alasan dipilihnya bidang agrikultur sendiri adalah karena 41 persen warga Indonesia bekerja di bidang ini. Namun kata dia, potensi di bidang ini belum dimanfaatkan maksimal, hingga para pelakunya masih lebih miskin dibanding pekerja bidang lain.

“Tak hanya itu, kendala lain bisnis di bidang agrikultur ini adalah Indonesia memiliki 39,6 juta petani namun memiliki masalah utama dalam pemodalan. Petani sulit mendapatkan pinjaman dari bank dan terjebak dengan tengkulak dan rentenir,” ungkap Yohanes.

Yohanes melanjutkan, Crowde tak hanya menyediakan proyek investasi di bidang agrikultur saja, tapi sudah bergerak ke sektor perikanan, peternakan, hingga trading.

"Selain bergerak di pertanian, Crowde juga telah merambah peternakan dan perikanan, sehingga terdapat lebih dari 30 bidang investasi yang bisa dipilih seperti cabai, kentang, timun, sapi, hingga lele dan ayam broiler," tutur Yohanes.

Kemudian, Yohanes menuturkan, Crowde menerapkan sistem bagi hasil dalam setiap proyeknya. Menurutnya, sistem bagi hasil adalah solusi bagi petani maupun investor karena selain tidak merugikan petani, juga menumbuhkan rasa kepemilikan bagi investor.

"Bagi hasil ini ditentukan petani dari awal, apakah 60% untuk petani dan 40% untuk investor atau 70% : 30%," paparnya.

Secara model bisnis, sambung Yohanes, Crowde hampir mirip dengan platform investasi lainnya. Investor bisa terlibat dalam suatu proyek dengan dana minimal Rp 10 ribu. Hanya saja yang sedikit berbeda adalah model bisnis Crowde bekerja secara bagi hasil dengan metode syariah. Langkah ini dinilai lebih menjawab solusi untuk petani.

“Ambil contoh, bila Anda melakukan investasi sebesar Rp 10 ribu. Ketika suatu proyek untung 10%, maka imbal hasil yang diberikan adalah Rp11 ribu. Namun ketika petani merugi 5%, maka imbal hasilnya menjadi Rp 9.500,” papar Yohanes.

Lebih lanjut, Yohanes memaparkan, syarat utama yang harus dimiliki para petani sebelum bergabung di Crowde adalah mereka harus memiliki pengalaman di bidangnya, ada pasar untuk berjualan, dan hanya memerlukan dana untuk mengembangkan usahanya.

“Crowde bekerja sama dengan berbagai pihak dari perusahaan, eksportir, startup, dan koperasi untuk merekomendasikan petani mana saja yang cocok dan berpotensi untuk dibantu. Setelah itu, untuk pemilihan proyek sebelum mereka layak mendapat investasi, pihak Crowde melakukan sejumlah analisa risiko. Mulai dari risiko penanaman hingga fluktuasi harga dan pasar. Crowde juga memberikan standar analisa terhadap setiap proyek yang dipaparkan dan diinformasikan di setiap proyek dalam platform,” bebernya.

Sebagai informasi, sepanjang 2017 lalu, Crowde telah menyalurkan Rp 15 miliar kepada 5.000 petani di 276 desa di Indonesia. Diakui Yohanes, dana tersebut terhimpun dari 9.000 investor. Dan, pada 2018 ini, Yohanes menargetkan, dapat merangkul 100.000 petani dan mampu menghimpun Rp 100 miliar dari 30.000 hingga 50.000 investor.

 

Crowde Kini Jadi Solusi Petani dalam Urusan Pembiayaan
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita