Jitunews.Com
19 Januari 2018 12:45 WIB

2018 Jadi Tahun Politik, Kira-kira Beli dan Investasi Properti Gak Ya?

Pada periode 2015-2019, pemerintah menganggarkan dana Rp 327,5 triliun untuk perumahan.

Property Outlook 2018 yang Diselenggarakan oleh Rumah123 (Rumah123/Jhony Hutapea)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pada 2018, sejumlah pilkada atau pemilihan kepala daerah di Indonesia dilakukan serentak. Sementara pada 2019 mendatang, akan dilangsungkan pemilihan presiden.

Pesta politik bisa memengaruhi bisnis dan ekonomi. Lantas, apakah hal ini juga berimplikasi pada industri dan bisnis properti di tanah air.

Situs properti nomor 1 di Indonesia, Rumah123 kembali menggelar acara Property Outlook 2018 dengan tema “Menebak Arah Industri Properti di Tahun Politik” di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta pada Rabu (17/1) lalu. Rumah123 merupakan bagian dari REA Group Australia.



Jumlah Penduduk Sangat Besar, Industri Properti Punya Potensi Besar

Sejumlah pembicara yang kompeten hadir yaitu Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Sri Noerhidajati; Direktur Neraca Pengeluaran Badan Pusat Statistik, Puji Agus Kurniawan; dan Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal, Adriyanto.

Pembicara lainnya adalah Wakil Ketua Umum Bidang Perundang-undangan dan Regulasi Property Real Estate Indonesia, Ignesjz Kemalawarta; serta Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung.

Dalam pemaparannya, Puji mengungkapkan, beberapa variabel yang mungkin memengaruhi bisnis properti seperti produk domestik bruto, pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional, pendapatan per kapita, inflasi, BI 7 days repo rate, dan juga jumlah penduduk.

Pembicara lainnya, Adriyanto menjelaskan perihal pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang terus berfokus kepada penyediaan rumah terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Pada periode 2015-2019, pemerintah menganggarkan dana Rp 327,5 triliun untuk perumahan.

Sri memaparkan, perihal peranan bank sentral terkait properti seperti LTV (loan to value). Adanya penurunan LTV diharapkan bisa membuat masyarakat bisa mengakses kredit pemilikan rumah (KPR) lebih mudah.

Sementara, Ignesj sebagai pelaku industri properti memaparkan, banyak hal seperti industri properti yang terkait dengan ratusan industri terkait lainnya, generasi milenial sebagai konsumen properti, dan masih banyak lagi.

Salah satu topik yang menjadi ulasan mendalam adalah generasi milenial. Indonesia akan mengalami bonus demografi dengan banyaknya angkatan kerja yang merupakan kaum milenial. Namun, di sisi lain, generasi ini ditengarai tidak membeli properti, melainkan lebih suka melakukan traveling.

Saat memberikan konklusi, Untung memberikan beberapa masukan untuk para pelaku industri properti. Mereka harus mulai menggunakan media digital untuk menggarap pasar properti.

Hal yang lain yang diungkapkan Untung bagi para pelaku industri dan konsumen pada tahun politik ini, tentunya sesuai dengan tema acara ini.

“Saatnya para pelaku industri nge-gas karena sudah lama libur. Untuk para konsumen, saatnya beli karena harga lagi bagus,” tutur Untung.

(Sumber: Rumah 123)

 

 

2018 Waktu Tepat Beli Properti, Sebelum...
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita