12 Januari 2018 15:01 WIB

Oh Ternyata! 3 Dokter Ikut Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Ketiga tersangka kasus korupsi yang berprofesi sebagai dokter itu berinisial dr KAP, dr M, dan dr WZ. Ilustrasi korupsi. Sumber: america.gov ()
dibaca 12437 x

Ketiga tersangka kasus korupsi yang berprofesi sebagai dokter itu berinisial dr KAP, dr M, dan dr WZ.

KPK Sebut Pengacara Setnov Pesan 1 Lantai RS

Penetapan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan menghalangi penyidikan kasus Setya Novanto tengah menjadi perbincangan hangat negeri ini.

Dokter Bimanesh Sutarjo


Dokter Bimanesh Jadi Tersangka, Menkes: KPK Nggak Boleh Memvonis Gitu Aja

Bimanesh dan pengacara Setnov kala itu, Fredrich Yunadi diduga bekerja sama menghalangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan Setya Novanto.

WASPADA! Teh Ini Ampuh Bikin Istri 'Minta' Terus

Namun ternyata ada kasus lain yang tak kalah heboh di mana tersangkanya juga berprofesi sebagai dokter. Tak hanya satu, tapi 3 dokter sekaligus yang jadi tersangka.

Duh, Gantengnya Anak Papa Setnov Ini!

Ialah kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan senilai Rp 1,5 miliar di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru milik Pemprov Riau.

Gebukan 'Manja' Cewek Seksi Ini Bikin Pengen! (VIDEO)

Ilustrasi korupsi / truthhawk.com

Ridwan Kamil: "Saya Walikota Semua Umat Beragama, Bukan Seperti Anda"

Dari total 5 tersangka yang telah ditetapkan, 3 di antaranya merupakan dokter di rumah sakit pemerintah itu.

Kelima tersangka adalah 2 rekanan dari CV Prima Mustika Raya (PMR) berinisial M dan Y, serta 3 dokter berinisial dr KAP, dr M, dan dr WZ.

"Ketiga dokter yang diduga terlibat berstatus Aparatur Sipil Negara di rumah sakit itu. Mereka diduga melakukan pembelian Alkes ke perusahaan lain selain rekanan yang ditunjuk," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Azwarman dikutip dari Merdeka.com, Rabu (10/1).

Masih seperti yang diberitakan Merdeka.com, Azwarman juga telah membentuk tim jaksa peneliti yang akan mendalami berkas perkara dari penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru. Ia berharap, penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan agar bisa ditelaah.

Dalam berkas kepolisian disebutkan, kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Pembelian Alkes tersebut dilakukan pada tahun anggaran 2012/2013 dengan pagu Rp 5 miliar. Untuk pengadaan barang tersebut, RSUD bekerja sama dengan CV PMR. Dalam penyidikan, ditemukan kalau pengadaan Alkes tidak sesuai prosedur karena pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp 1,5 miliar.

"Namun dalam prosedurnya, alat-alat tersebut langsung dibeli dokter bukan kepada CV PMR tetapi kepada distributor PT Orion Tama, PT Pro-Health, dan PT Atra Widya Agung," ucapnya.

Nama CV PMR digunakan untuk proses pencairan dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan. Akibat perbuatan itu, berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) negara dirugikan sebesar Rp 420.205.222.

 

Ditulis oleh: Catra Agfa

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Beredar Kabar Rizieq Shihab sedang Berada di Turki

Admin : Zanuar Ahmad

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Rekomendasi