Topik
12 Januari 2018 14:49 WIB

Demo di Depan Istana, KOMPAS Desak Jokowi Copot Yasonna

Massa aksi menyebut Yasonna Laoly harus diberikan tindakan tegas oleh presiden. Pasalnya, Yasonna diduga ikut menikmati bancakan dana korupsi e-KTP.

Koalisi Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Pemerintahan Bersih (KOMPAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jumat (12/1), yang bertujuan mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menindak tegas para anak buahnya yang terlibat dalam kasus korupsi. (Jitunews/Khairul Anwar)


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koalisi Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Pemerintahan Bersih (KOMPAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara pada hari Jumat (12/1).

Aksi yang diikuti oleh ratusan massa ini bertujuan untuk mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menindak tegas para anak buahnya yang terlibat dalam kasus korupsi. 

Dalam hal ini, massa aksi menyebut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, harus diberikan tindakan tegas oleh Presiden. Pasalnya, Yasonna diduga ikut menikmati bancakan dana korupsi proyek pengadaan e-KTP.


Yasonna Santai Namanya Diseret Setya Novanto

Presidium Kompas, Yonfi Saputra, ‎mengatakan bahwa Yasonna telah terindikasi cukup besar dalam kasus korupsi E-KTP. Terlebih politisi PDIP itu juga sudah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution,  Anang  Sugiana Sediharjo.

"‎Indikasi Yasona Laoly terlibat mega korupsi e-KTP sangat besar. Hal ini tentu menjadi beban Presiden Jokowi yang ingin Nawa Cita dan good governance ditegakkan,"  tegas Yonfi saat orasi di depan Istana Negara pada hari Jumat (12/1).

Selain itu, lanjut Yonfi, nama Yasonna juga sudah disebut dalam dakwaan terdakwa dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto. Yasonna kala itu diduga telah menerima USD 84,000.00 atau sekitar Rp 1,1 miliar. 

"Dia disebut menerima 84.000 dolar dalam sidang Irman dan Sugiharto pada tanggal 22 juni 2017. Dalam perkara korupsi sesuai UU Tipikor tahun 2002, besar kecil jumlah tetap korupsi. Jadi indikasi Yasonna Laoly terlibat mega korupsi e-KTP sangat besar," jelasnya.

Oleh karena itu, dalam aksi ini Kompak meminta agar Presiden Joko Widodo memperhatikan para menterinya tidak mencoreng citra kabinet kerja.

"Jangan sampai menjelang detik-detik terakhir masa pemerintahan Jokowi itu rusak hanya karena satu orang bernama Yasonna," pungkasnya.

Yasonna 'Digarap' KPK, Pengamat: Jokowi Harus Bersihkan Menteri yang Belepotan Kasus Hukum
Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,586,501 Hits

Nana

Total 707,585 Hits

Herman

Total 692,610 Hits

De

Total 668,797 Hits

Andre

Total 478,462 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,600 Hits

Rekomendasi