Jitunews.Com
12 Januari 2018 09:57 WIB

PT Pertamina EP Bantu Tangani Semburan Gas Liar di Indramayu

Pertamina EP Jatibarang Field mengambil langkah cepat dengan mengambil sampel gas dan lumpur tersebut untuk dilakukan uji lab

195 titik semburan gas alam gegerkan warga Indramayu sejak 25 Desember 2017 lalu (Dok. BPBD Kabupaten Indramayu)

PAGEDANGAN, JITUNEWS.COM – Warga Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu digegerkan adanya semburan gas alam. Dari hasil penelitian saat ini, semburan gas alam berada di 195 titik, yang tersebar di dua desa, yakni Desa Sukaperna dan Pagedangan, yang telah berlangsung sejak (25/12) lalu.

Menurut D. Subyar, Staff bagian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indramayu, semburan gas yang terjadi saat ini tidak jauh berbeda dengan kejadian saat tahun 2015 lalu. Di mana gas rawa bermunculan di sawah dan beberapa rumah warga di Desa Pagedangan dan Sukaperna, dan oleh Pemda setempat, dalam hal ini Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (PSDA Tamben) Indramayu dinyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan fenomena alam.

Terkait hal itu, Pertamina EP Jatibarang Field pun mengambil langkah cepat dengan mengambil sampel gas dan lumpur tersebut untuk dilakukan uji lab. Tim Pertamina EP Jatibarang Field juga memastikan bahwa kondisi aktivitas sumuran masih normal dan tidak ada kebocoran pada flowline di sekitar lokasi. Hasil analisa lab menyebutkan bahwa gas dari Semburan gas memiliki komposisi berbeda dengan gas sumuran PT Pertamina EP terutama kandungan Methane (C1) dan CO2.



Pertamina EP Resmikan Dua Proyek Pengembangan

“Hingga saat ini berupaya untuk membantu mengurangi tekanan shallow gas tersebut, yaitu dengan mencoba mengalirkan gas dangkal tersebut melalui sumur BDA-02 atau membakar gas tersebut apabila tekanannya rendah,” ungkap General Manager PT Pertamina EP Asset 3, Wisnu Hindadari.

Untuk kelancaran kegiatan tersebut, Wisnu pun lantas mengharapkan dukungan masyarakat dan meminta jaminan keamanan kepada aparat keamanan yang hadir, baik dari Polsek Tukdana, Koramil Tukdana dan Polres Indramayu.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indramayu pun telah mengundang Pertamina EP dan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Muspida Indramayu, Muspika Tukdana dan pemerintah desa setempat untuk merumuskan penanganan semburan gas tersebut pada (29/12) lalu di aula Kecamatan Tukdana.

Dalam forum tersebut, Jatibarang Field Manager Herman Rachmadi menyampaikan bahwa hasil uji lab dari semburan gas yang mucul di sawah dan rumah warga memiliki komposisi yang berbeda dengan gas yang diproduksikan Pertamina EP Jatibarang Field.

“Dari hasil uji lab dinyatakan bahwa ada perbedaan komposisi gas produksi kami dengan gas yang muncul di rumah-rumah warga. Perlu diketahui bahwa gas yang kami produksikan berasal dari kedalaman ±1.100 m sedangkan gas yang muncul ini merupakan gas dangkal dari sekitar kedalaman 100-200 meter,” jelas Herman Rachmadi kepada warga yang hadir.

 

Pertamina EP Catat Laba Bersih USD192 Juta hingga April
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita