10 Januari 2018 11:39 WIB

JK: Penenggelaman Kapal ala Susi Tidak Diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009

Kapal-kapal asing yang ditangkap itu cukup ditahan kemudian nantinya bisa dilelang sehingga uangnya masuk ke kas negara.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. (Reuters)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Silang pendapat terjadi antara Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mewarnai awal tahun 2018 ini.

Pro dan kontra muncul terkait kebijakan Menteri Susi menenggelamkan kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia.

Luhut meminta Susi tak lagi melakukan penenggelaman kapal pada 2018 ini dan kementrian fokus meningkatkan jumlah ekspor.


Secara Hukum Laut, Indonesia Berhak Menangkap Kapal Pelaku Illegal Fishing

Selain itu, Luhut juga ingin agar kapal yang terbukti dipakai pada kasus illegal fishing disita dan dijadikan aset negara.

Pada hari Selasa (9/1), giliran Wakil Presiden Jusuf Kalla yang angkat bicara. Kalla setuju dengan Luhut dan meminta kebijakan penenggelaman kapal asing pencurian ikan dihentikan.

"Pandangan pemerintah, cukuplah. Ini juga menyangkut hubungan kita dengan negara lain," ujar Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta, pada hari Selasa (9/1).

Gara-gara kebijakan penenggelaman kapal yang sudah dilakukan tiga tahun terakhir itu, kata Kalla, tak sedikit negara yang protes ke Indonesia.

Menurut Kalla, kapal-kapal asing yang ditangkap itu cukup ditahan kemudian nantinya bisa dilelang sehingga uangnya masuk ke kas negara.

Kalla juga membenarkan bahwa kebijakan yang diambil Susi tak diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Namun di sisi lain kinerja Susi justru mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo. Menurut Jokowi, melalui kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan, Susi telah mewujudkan kedaulatan di Indonesia.

"Sudah 317 kapal yang ditenggelamkan Bu Susi. Ribuan kapal asing sudah tak berani mendekat. Bu Susi itu perempuan, tetapi serem. Takut semuanya kepada Bu Susi," ujar Jokowi.

KKP Mengklaim Selama 2016 Berhasil Selamatkan Kekayaan Laut Senilai Rp 306,8 M
Halaman:
  • Penulis: Uty Saifin Nuha

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita