Topik
29 Desember 2017 14:12 WIB

Kawasan Sipundang Pinrang Sentra Budidaya Bawang Berbasis Mekanisasi

Penerapan mekanisasi pertanian dalam usaha tani hortikulutura khususnya komoditas bawang merupakan salah satu bentuk transformasi pertanian menuju modernisasi.

Padangloang salah satu kawasan potensial pengembangan tanaman bawang di Pinrang ()

dibaca 282 x

Bukan kali ini saja Padangloang dikenal sebagai daerah penghasil buah dan sayur segar. Mungkin masih teringat dalam benak kita kalau di kabupaten Pinrang sudah terintis kawasan khusus sentra pengembangan tanaman buah dan hortikultura enam tahun silam. Tentu masih ingat kawasan Sipundang? Kawasan tersebut merupakan akronim dari Desa Sipatuo, Malimpung, dan Padangloang (Sipundang). Kawasan ini memiliki potensi ratusan hektare lahan untuk pengembangan tanaman hortikultura.

Kepala dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Ir. Andi Calo Karrang, menilai kawasan Sipundang prospek untuk dikembangkan menjadi sentra hortikultura berbasis mekanisasi. Penerapan mekanisasi pertanian dalam usaha tani hortikulutura khususnya komoditas bawang merupakan salah satu bentuk transformasi pertanian menuju modernisasi."Kita akan jadikan Sipundang sebagai sentra pengembangan hortikultura khususnya tanaman bawang berbasis mekanisasi," ungkap Andi Calo Karrang.


Wow, Inilah Khasiat Ampuh Bawang Putih untuk Kejantanan Pria

Mekanisasi dalam pengembangan budidaya bawang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisien dalam penggunaan sumber daya dan teknologi serta mampu menghasilkan output yang berkualitas dan bernilai tambah tinggi. "Mulai dari pengolahan lahan, penyediaan bibit, penanaman hingga panen semuanya berbasis alat dan mesin pertanian," kata Kadis Pertanian dan Hortikultura Pinrang.

Terkait dengan program Dinas Pertanian dan Hortikultura Pinrang pada 2018 untuk mengembangkan tanaman horti berbasis mekanisasi maka Balai Besar Pengkajian Mekanisiasi Pertanian sebagai UPT Balitbangtan telah menghasilkan inovasi teknologi mekanisasi modern hortikultura. Mekanisasi modern tersebut khusus untuk komoditas bawang merah, cabai dan bawang putih yang teririgrasi mulai dari hulu sampai hilir dan siap diterapkan.

Inovasi teknologi mekanisasi modern tersebut terdiri dar 24 prototipe, antara lain : mesin otomatisasi perbenihan modern, penghancur tanah, pencampur tanah, penabur tanah, penggulud, pemasang mulsa, alat tanam, "smart green house", alat panen, sterilisasi ozon, "in-store controlled room" (penyimpan), pengemas benih, pompa hybrid, pemisah benih, sortasi benih, pengering benih, mesin ozonisasi air pencuci bawang merah dan lainnya.

Andi Calo menegaskan bahwa pengembangan bawang berbasis mekanisasi cukup penting karena merupakan salah satu komponen penting untuk pertanian modern. Dalam mencapai target produksi dan swasembada berkelanjutan maka kemajuan teknologi mekanisasi hortikultura akan menjadikan kabupaten Pinrang sebagai produsen bawang terbesar di Sulawesi Selatan.   

Ditulis oleh: Abdul Salam Atjo

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Sedang Diet? Daun Bawang Cocok Lho untuk Dikonsumsi
Halaman: 
Admin : Nugrahenny Putri Untari

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait

suarakita

12 April 2018 12:07
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,587,183 Hits

Nana

Total 708,033 Hits

Herman

Total 692,691 Hits

De

Total 669,143 Hits

Andre

Total 479,068 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,606 Hits

Rekomendasi

Petani Cempa Sudah Mandiri Benih

21 November 2017 09:19

Cerahnya Prospek Budidaya Ubi Jepang

15 Agustus 2017 11:45