16 Desember 2017 04:00 WIB

Solusi Permanen PSH Belum Tercapai, Kepentingan Indonesia Tidak Terganggu

Solusi permanen belum terealisasi karena Amerika Serikat (AS) menolak proposal PSH. Dalam perundingan, AS menjadi satu-satunya negara anggota yang menolak. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Jitunews/Rezaldy)

BUENOS AIRES, JITUNEWS.COM - Indonesia tetap dapat melindungi ketahanan pangan nasional meskipun solusi permanen atas proposal Public Stockholding for Food Security Purposes (PSH) belum tercapai. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita setelah Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) yang berlangsung pada 10-13 Desember 2017 di Buenos Aires, Argentina.

I Kadek Arimbawa Menilai Ada Kebijakan Ketahanan Pangan yang Belum Terwujud

“Walaupun hasil mengenai solusi permanen untuk PSH belum tercapai, kepentingan Indonesia untuk ketahanan pangan tidak akan terganggu,” kata Mendag Enggar.

Solusi permanen belum terealisasi karena Amerika Serikat (AS) menolak proposal PSH. Dalam perundingan, AS menjadi satu-satunya negara anggota yang menolak.


Menko PMK Tekankan Pentingnya Mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman

Di sisi lain, terdapat kebutuhan yang tinggi akan solusi isu-isu pertanian. Dalam perundingan mengenai PSH, dihasilkan sebuah draf teks yang diharapkan dapat menjadi basis perundingan lebih lanjut.

Sementara itu, hal serupa juga terjadi dalam perundingan Special Safeguard Mechanism (SSM). Dalam sesi perundingan working session terkait mekanisme untuk mengatasi dampak lonjakan impor dan depresiasi harga itu, tidak tercapai kesepakatan sehingga tidak menghasilkan suatu penyelesaian.

Kebutuhan akan solusi permanen atas PSH dan penyelesaian SSM telah disuarakan secara bersama-sama oleh kelompok G-33. Sehari sebelum KTM WTO dimulai, pada Sabtu (9/12) telah berlangsung Pertemuan Tingkat Menteri G-33 di Buenos Aires, Argentina. Pertemuan tesebut dipimpin Indonesia dan bertujuan mengonsolidasikan negara anggota G-33 mengenai isu PSH dan SSM untuk dibawa ke perundingan KTM WTO ke-11, hari berikutnya.

Dengan belum tercapainya kesepakatan solusi permanen PSH, anggota akan berpegang kembali pada kesepakatan dalam Paket Bali, yaitu diberlakukannya interim solution. Namun, pembahasan solusi permanen PSH akan terus diperjuangan kembali di Jenewa pasca-KTM Buenos Aires. Meskipun begitu, Mendag Enggar mengapresiasi komitmen bersama G-33 yang terus memperjuangkan isu ketahanan pangan dan SSM.

Jelang Tahun Baru, Kemendag Pastikan Harga Pangan Terkendali dan Pasokan Aman di Papua

Penulis : Vicky Anggriawan

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait

Mahasiswa Tolak Impor Beras

19 Januari 2018 16:06
Rekomendasi