Topik
14 Desember 2017 17:50 WIB

Sederet Desainer Tanah Air Siap Pamerkan Kain Nusantara di Milan

Perhelatan ini turut mengundang para fashion blogger, komunitas Indonesia di Eropa, KBRI, dan masyarakat Eropa.

Sederet Desainer Tanah Air Siap Pamerkan Kain Nusantara di Milan (Ist)


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia Cultural Fashion (ICF) Goes to Milan akan berlangsung pada 19 Desember 2017 di Base Milano, Milan, Italia. ICF adalah perhelatan besar yang mempromosikan kain-kain nusantara dan akan menampilkan musik dengan instrumen khas Indonesia.

ICF pertama kali digelar di Amsterdam, Belanda, dan ada yang berbeda di gelaran IFC tahun ini, yakni kolaborasi perhelatan fashion akan semakin terasa nuansa Indonesia dengan suguhan Guitar Meet Kendang oleh gitaris ternama Indonesia, Tohpati di awal acara. Beberapa lagu yang akan dibawakan antara lain Janger, Es lilin, Kampuang nan jauh di mato, dan Ksatria.

Perhelatan ini turut mengundang para fashion blogger, komunitas Indonesia di Eropa, KBRI, dan masyarakat Eropa.


Sebanyak 270 Boots Fashion Hilang dari Indonesia Fashion Week 2016

“Melihat antusias luar biasa di tahun sebelumnya, perhelatan ini kembali kami gelar untuk terus melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia lewat seni musik dan fashion dengan membawa kain-kain daerah,” ujar Iwan Kurniawan, selaku CEO Kolam Ikan, belum lama ini.

Adapun, sederet nama desainer yang akan tampil di ICF 2017 ini diantaranya :

Brand Territory by Terry Puteri. Tema yang akan disajikan adalah Territory of Borneo, yakni busana wanita modern, dengan sentuhan kain khas Banjarmasin yakni sasirangan. Material lain yang digunakan pada busana nya adalah sifon, cotton, dan silk.

Ini adalah kali pertama Territory mengikuti fashion show di Italia, sebagai kota pusat mode dunia maka pencapaian ini akan menjadi sangat istimewa. Sentuhan budaya Kalimantan lewat kain sasirangan & sedikit sentuhan head peace khas Kalimantan diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

Tyramona. Temamotif yang akan diperkenalakan adalah dari Toraja Pak Tedong,dimana tedong bonga adalah paling berharga bagi masyarakat toraja dan memiliki harga yang terbilang paling mahal. Dengan memakai Motif Pak Tedong ini membuat kehidupan derajat yang tinggi dan di hormati.Material bahan yang digunakan biasanya bahan micro, shantung, dan balloteli.

Sentuhan budaya di Tanah Toraja sangat kental terasa. Budaya Toraja sedikit banyak sudah dikenal masyarakat luas. Dengan mengangkat motif toraja di ICF ini,berharap motif-motifToraja dapat diperkenalkan lebih luas lagi di dunia fashion international. Karena setiap motif Toraja mempunyai makna yang sangat bermanfaat.

ELEMWE (Batik Betawi). Kali ini, ELEMWE akan mengangkat tema Pesona Jakarta, empat desainini terdiri dari batik betawi dengan paduan bahan polos. Kain dengan motif seni budaya Betawi, Tanjidor yaitu salah satu kesenian Betawi tempo dulu.

Kain dibuat dengan warna sogan yang menggunakan tiga jenis bahan katun, doby dan sutra ini menggunakan metode pembuatan tradisional dengan cara dilukis langsung oleh pengrajin(batik tulis) sehingga hasilnya sangat rapi dan jelas apa yang dilukiskan pada kain tersebut. Agar busana menjadi terlihat lebih elegan makadigunakanlah bahan-bahan polos campuran dengan tambahan aksen payet.

ALKHANSAS. Tema yang akan dibawakan terinspirasi dari keanekaragaman dan kekayaan bangsa Indonesia. Dalam koleksi ini, ALKHANSAS memadupadankan kain tradisional Indonesia dengan beberapa motif seperti Batik dari Cirebon, hingga batik motif Kapal Pinisi dan huruf Lontara dari Bugis, Makassar. Nilai-nilai yang menjadi ciri khas Indonesia pun di ekspresikan dalam beberapa pakaian denga warna merah menyala tanda keberanian.

Ada yang berbeda pada koleksinya kali ini, padu padanan fine art atau visual art yang ditampilkan dalam beberapa baju, di mana terdapat motif yang dibuat menggunakan beberapa media berbeda (selain print dalam kain), sebuah ekspresi akan sebuah keberanian yang membuat koleksi menjadi lebih hidup (ditampilkan dalam baju putih dengan cipratan cat tembok merah). Material bahan yang digunakan antara lain katun dan polyester, yang menekankan Ekspresi Visual, seperti Prints yang ada dalam kain. Brand ALKHANSAS mengedepankan padu padan motif dan warna yang berani, lembut dan elegan.

Selain pemilihan warna dan motif kain seperti batik dan huruf lontara, nilai intrinsik yang menjunjung nilai budaya Indonesia yang disuguhkan dalam satu koleksi singkat, serta variasi jenis material, siluet, dan color palette.

Sebagai informasi, perhelatan ini tentunya mendapat dukungan penuh KBRI Roma, dimana Base Milano merupakan salah satu wilayah distric fashion yang sangat terkenal di Milan, Itali.

 

Keren! Empat Desainer Indonesia Bakal Unjuk Gigi di ICF 2016 Amsterdam
Halaman: 
Penulis : Riana

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,586,535 Hits

Nana

Total 707,605 Hits

Herman

Total 692,611 Hits

De

Total 668,852 Hits

Andre

Total 478,477 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,600 Hits

Rekomendasi

Mommy Need Me Time, Just 10 Minutes

10 Januari 2018 09:52